BERIKUT empat pemain keturunan Belanda yang masih berkarier di Liga 1 Indonesia hingga kini. Bahkan, ada yang semakin mengilap di usia yang tidak muda lagi.
Sebagaimana diketahui, sejak lama PSSI telah menjalankan proyek naturalisasi demi memperkuat Timnas Indonesia agar dapat berprestasi. Beberapa tahun lalu, pemain yang dinaturalisasi sebagian besar yang tampil moncer di Liga Indonesia.
Hanya ada segelintir pemain yang benar-benar memiliki darah keturunan Indonesia. Pemain-pemain tersebut biasanya adalah pemain yang lahir dan besar di Belanda sebelum akhirnya memutuskan untuk pindah kewarganegaraan menjadi seorang WNI.
Menariknya, pemain-pemain keturunan Belanda itu kini masih aktif sebagai seorang pesepakbola. Meski sudah sangat jarang dipanggil ke tim nasional, namun mereka masih eksis berkarir di Liga 1 hingga kini.
Siapa saja mereka? Simak ulasan berikut ini.
4 Pemain Keturunan Belanda yang Masih Berkarier di Liga 1 Indonesia
4. Irfan Bachdim
Irfan Bachdim menjadi pemain keturunan Belanda pertama yang rela menjadi WNI pada 2010. Akan tetapi, ia menjadi WNI bukan dengan jalan naturalisasi.
Sejak saat itu, ia kerap bermain untuk Timnas Indonesia dengan catatan total 40 caps. Kecintaannya pada Indonesia juga lantas membuatnya memilih berkarier di tanah air.
Persema Malang menjadi klub pertamanya di Indonesia yang dibela sejak 2010 hingga 2012. Sempat abroad ke Jepang, Bachdim kemudian kembali ke Indonesia dan membela Bali United pada 2017 hingga 2019, PSS Sleman pada 2020 hingga 2021, Persis Solo pada 2021-2023, dan Persik Kediri pada 2023-2024.
3. Diego Michiels
Pada 2011, Diego Michiels pindah ke Indonesia dan segera memilih untuk membela Timnas Indonesia. Sepanjang membela skuad garuda, ia berhasil membukukan tiga caps di Timnas Indonesia senior dan 16 di level U-23.
Di tahun yang sama saat menjadi WNI, Diego bergabung dengan tim Pelita Jaya. Namun di tahun berikutnya, sang pemain hijrah ke Arema FC hingga 2013. Ia kemudian mulai melanglang buana dengan membela Sriwijaya FC pada 2013-2014, Mitra Kukar apda 2014-2015, Borneo FC pada 2015-2021, Arema FC lagi pada 2021-2022, dan Borneo FC lagi hingga saat ini.