ALASAN Pep Guardiola sebut Jurgen Klopp jadi musuh terberat dan bukan Jose Mourinho patut untuk diulas. Rivalitas antara kedua pelatih pernah terjadi saat keduanya sama-sama menukangi klub di Liga Spanyol.
Kala itu persaingan keduanya dikenal sudah cukup panas. Banyak yang mengatakan Mourinho adalah rival terberat Guardiola. Namun menjelang pertandingan Manchester City vs Liverpool pada akhir November 2023, pelatih asal Spanyol itu justru merasa Klopp merupakan rival paling berat.
Dikutip dari Sporting News, alasan menyebut Klopp sebagai musuh terberatnya adalah karena pelatih asal Jerman itu membuatnya benar-benar merasa lebih baik. Hal itu sudah dirasakan Guardiola sejak masih menangani Bayern Munich.
“Bagian ketika Anda bertahun-tahun berada di olahraga ini adalah dia dan tim-timnya, di sini dan di (Borussia) Dortmund. Kami selalu menjadi rival besar,” kata Guardiola.
“Ini adalah pertandingan bagus untuk kedua tim, dengan pendekatan positif dan gaya yang selalu menarik. Dia menjadikan saya pelatih yang lebih baik melalui timnya. Mereka adalah tim yang fantastis, tim papan atas, tidak diragukan lagi,” lanjut pria berusia 52 tahun itu.
Sementara itu, dilaporkan oleh laman AP News, persaingan versus Klopp cukup berbeda dengan persaingan sengit antara Guardiola dan Mourinho. Pasalnya, dia memiliki rasa hormat yang besar terhadap juru taktik eksentrik itu.
“Jurgen membuat dunia sepak bola menjadi tempat yang lebih baik dengan pesannya,” ujar mantan pelatih Barcelona tersebut.
Tak hanya itu, Klopp dan Guardiola juga pernah saling memuji. Hal itu terjadi pada April 2022.
“Saya sangat menghormati apa yang mereka (City) lakukan. Tim sepak bola yang gila. Dan, bagi saya, pelatih terbaik di dunia," kata Klopp.
"Terima kasih banyak, tapi saya bukan. Saya ingin mengatakan kepadanya saya yang terbaik, namun sebenarnya bukan. Jurgen membuat dunia sepakbola menjadi tempat yang lebih baik dengan pesannya," tukas Guardiola.
Itu alasan Pep Guardiola sebut Jurgen Klopp jadi musuh terberat dan bukan Jose Mourinho. Semoga artikel ini berguna bagi pembaca sekalian.
(Wikanto Arungbudoyo)