GIANYAR – Sejumlah oknum Aremania –sebutan pendukung Arema FC– diketahui telah merusak beberapa kursi Stadion I Wayan Dipta, Gianyar Bali. Tentunya Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC menjadi pihak yang paling dirugikan karena mereka nyatanya harus menanggung kerugian dari pengrusakan sejumlah oknum Aremania.
Ya, menurut pemaparan Ketua Panpel Arema FC, Prihardianto Juliarso atau yang akrab disapa Wahyu itu mengatakan pihaknya siap mengganti rugi kursi-kursi Stadion I Wayan Dipta yang rusak. Tak lupa Wahyu pun meminta maaf karena stadion tersebut jadi rusak.
Momen pengrusakkan pun terjadi kala Arema FC menjamu RANS Nusantara pada lanjutan Liga 1 2023-2024, Senin 14 Agustus 2023. Beredar video di dunia maya di mana dua orang oknum Aremania sengaja menyalahgunakan fasilitas Stadion Kapten I Wayan Dipta yang merupakan kandang sementara Arema FC.
Dalam video berdurasi 29 detik itu, tampak pria mengenakan baju motif bergaris rebahan di kursi tribune stadion. Sementara satu orang lainnya menekan-nekan punggungnya ke kursi hingga kursi yang didudukinya bengkok ke belakang.
Atas insiden itu, Panpel Arema FC pun resmi meminta maaf. Wahyu secara khusus meminta maaf terhadap pihak pengelola dan masyarakat Bali, terlebih Stadion Kapten I Wayan Dipta merupakan markas Bali United.
“Atas terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang berakibat terjadinya kerusakan pada fasilitas stadion maka kami atas nama pribadi dan atas nama Panpel Arema FC memohon maaf yang sebesar- besarnya kepada Pengelola Stadion Kapten I Wayan Dipta dan kepada masyarakat Bali atas kejadian tersebut,” kata Wahyu dilansir laman resmi klub, Jumat (18/8/2023).
Wahyu menegaskan pihaknysa sudah melakukan evaluasi menyeluruh. Dirinya pun menyatakan siap mengganti rugi kerusakan bangku tersebut.
“Seperti ketika ada video yang viral terkait kondisi kursi misalnya, begitu pertandingan berakhir sudah kita lakukan justifikasi, evaluasi dan inventarisir terhadap fasilitas stadion yang rusak, dan secepatnya kami lakukan penggantian,” tuturnya menambahkan.
“Idealnya memang begitu, karena bagaimanapun Panpel bertanggung jawab penuh terhadap fasilitas stadion yang digunakan,” tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)