Kabar ini terus berhembus hingga sampai pada telinga Presiden FIFA saat itu Sepp Blatter. FIFA langsung bertindak tegas dengan mengirimkan surat pada Federasi Sepakbola Korea Utara untuk mengonfirmasi atas isu yang beredar.
Presiden Federasi Sepakbola Asia (AFC) hanya dapat mengkonfirmasi bahwa pada bulan sebelumnya, ia hanya berjumpa dengan beberapa pemain Korea Utara. Namun tidak berjumpa dengan Kim Jong Un.
Namun pada 25 Agustus 2020, FIFA menghentikan penyelidikan setelah menerima surat balasan dari Federasi Sepakbola Korea Utara. Surat itu itu berisi konfirmasi bahwa kabar adanya kerja paksa dan sebagainya adalah hoaks. Federasi Sepakbola Korea Utara juga menjelaskan bahwa Timnas Korea Utara masih berlatih seperti biasa menjelang Asian Games.
(Reinaldy Darius)