KASUS kerja paksa Timnas Korea Utara yang membuat FIFA harus turun tangan. Korea Utara memang dikenal sebagai negara yang cukup tertutup dari dunia luar.
Tidak hanya politik dan pemerintahannya saja, namun juga olahraganya. Salah satu kontroversi dari olahraga Korea Utara adalah dugaan adanya kasus kerja paksa pada Timnas Korea Utara setelah Piala Dunia 2010.
Ya, berbeda dengan Korea Selatan, saudaranya yang tampil secara rutin di gelaran sepakbola tertinggi di dunia itu. Korea Utara tercatat baru dua kali tampil di Piala Dunia, yaitu pada edisi tahun 1966 dan 2010.
Pada tahun 2010, Korea Utara bergabung ke Grup G bersama Brasil, Portugal, dan Pantai Gading. Tim berjuluk Colima ini mengawali Piala Dunia dengan cukup baik. Meski kalah, mereka cukup dapat mengimbangi Brasil dengan skor tipis 1-2.
Namun petaka datang pada pertandingan-pertandingan berikutnya ketika mereka dicukur habis Portugal 7 gol tanpa balas dan menyerah dari Pantai Gading dengan skor 0-3.
Setelah gelaran Piala Dunia 2010, beredar kabar bahwa seluruh punggawa Timnas Korea mendapat hukuman yang tidak wajar. Radio Free Asia melaporkan bahwa seluruh pemain dipermalukan di depan umum di atas panggung Istana Kebudayaan Rakyat di Pyongyang. Tidak hanya itu, Kim Jong-hun selaku pelatih Timnas Korea Utara pada Piala Dunia 2010 dihukum untuk melakukan kerja paksa.