SEBANYAK 5 perpisahan legenda pesepakbola Liga 1 Indonesia paling menyayat hati akan dibahas di sini. Salah satu di antaranya adalah gelandang pengangkut air Persib Bandung.
Setiap pertemuan tentu ada perpisahan. Para pesepakbola memiliki masa-masa emasnya tersendiri, tak terkecuali di Liga Indonesia. Namun, suatu saat masa-masa emas itu tentu harus berakhir karena waktu yang membuat usia bertambah.
Banyak legenda sepakbola Tanah Air yang memiliki momen perpisahan yang menyayat hati. Setidaknya, ada lima perpisahan legenda Liga 1 Indonesia yang bakal dibahas di sini. Siapa sajakah mereka? Simak pembahasan kami berikut ini.
Berikut 5 Perpisahan Legenda Pesepakbola Liga 1 Indonesia yang Paling Menyayat Hati
5. Bambang Pamungkas
Bambang Pamungkas dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, tak hanya yang menggemari sepakbola melainkan juga mereka yang awam terhadapnya. Di sepanjang kariernya, namanya lekat dengan Persija Jakarta yang dibelanya dalam empat periode berbeda.
Dia pun pensiun dengan menjadikan Persija Jakarta sebagai klub terakhirnya di akhir tahun 2019. Bambang Pamungkas pun berpamitan di hadapan para The Jakmania – suporter Persija – seusai laga kontra Persebaya Surabaya di SUGBK. Para pemain Persija membentuk Guard of Honour sebagai bentuk penghormatan kepadanya.
4. Ponaryo Astaman
Ponaryo Astaman merupakan sosok legenda, tak hanya di Liga Indonesia melainkan juga Timnas Indonesia. Dia pernah membela banyak klub top Indonesia di sepanjang kariernya, termasuk Persija Jakarta, PSM Makassar, dan Arema Malang.
Di pengujung kariernya, Ponaryo membela Borneo FC mulai 2015 dan pensiun per 1 Januari 2018. Dia pensiun pada saat usianya masih 32 tahun. Itu terbilang cukup dini untuk gantung sepatu.
3. Ismed Sofyan
Ismed Sofyan adalah legenda Persija Jakarta lainnya. Perpisahannya terbilang baru karena terjadi pada September 2022 lalu. Pria berusia 43 tahun itu meninggalkan Persija setelah 21 tahun.
Dalam perpisahannya, Ismed pun keliling lapangan Stadion Patriot Candrabhaga untuk berpamitan dengan para The Jakmania. Tak ayal, momen tersebut pun menyentuh hati para The Jakmania yang harus melepas kepergian sang legenda.
2. Choirul Huda
Choirul Huda merupakan kiper legendaris Persela Lamongan. Kepergiannya sangat membekas di hati para suporter Persela karena dia meninggal dunia di tengah pertandingan setelah mengalami insiden tabrakan pada tahun 2017.
Para suporter Persela menyanyikan lagu “Sampai Jumpa” milik Endank Soekamti sebagai bentuk kerelaan melepas sang kapten yang pergi tanpa diduga tersebut. Di sepanjang kariernya, kiper yang meninggal dunia pada usia 38 tahun itu hanya membela Persela Lamongan.
1. Hariono
Hariono menghabiskan hampir keseluruhan kariernya di Persib Bandung. Dia bergabung dengan klub berjuluk Maung Bandung tersebut pada 2008 dan menjadi andalan sejak saat itu.
Hariono bahkan bertekad untuk gantung sepatu bersama Persib Bandung. Namun sayang, ketidaksepakatan dengan manajemen Persib Bandung memutuskan untuk melepasnya di akhir musim 2019.
Di laga terakhirnya, Hariono berpamitan kepada para Bobotoh – suporter Persib – dengan pidato penuh kesedihan. Gelandang pengangkut air yang kini berusia 37 tahun tersebut kemudian gabung Bali United pada Januari 2020.
(Reinaldy Darius)