RUMAH duka eks pelatih Timnas Indonesia Benny Dollo di Pamulang mulai dikunjungi pelayat, Kamis (2/2/2023) siang WIB. Dari pantauan tim MNC Portal Indonesia di lokasi, sejauh ini para pelayat yang berdatangan baru dari keluarga dan kerabat almarhum Benny Dollo.
Kendati begitu, karangan bunga sudah memadati pekarangan rumah mendiang Benny Dollo. Adapun beberapa karangan bunga itu diberikan oleh Ketum dan Waketum PSSI.
Kemudian ada juga karangan bunga dari eks gelandang Timnas Indonesia, Firman Utina. Tak tertinggal klub Tanah Air, Pelita Jaya hingga Arema FC juga mengirimkan ucapan bela sungkawa yang tertera di karangan bunga.
Suasana haru semakin terasa ketika masuk ke ruang tamu rumah duka. Di situ terdapat peti jenazah Benny Dollo.
Terlihat di samping peti jenazah terdapat beberapa medali dan piala. Salah satunya yaitu, nominasi pelatih terbaik sepak bola 2002 versi salah satu majalah di Indonesia.
BACA JUGA:Benny Dollo, Pelatih Terakhir yang Berikan Trofi bagi Timnas Indonesia pada 15 Tahun Lalu
Diketahui sebelumnya, Benny Dollo meninggal dunia pada usia 72 tahun. Pria kelahiran Manado ini nantinya akan dikebumikan di TPU Pamulang 2 Astanaraga pada Sabtu, 4 Februari 2023 siang pukul 12.00 WIB.
Sebagai tambahan informasi, Benny Dollo memang dikenal sebagai pelatih yang cerdik serta kaya akan prestasi. Dia telah malang melintang di sepakbola Indonesia sejak era Galatama.
Berkat kecerdikannya meracik strategi, tak heran banyak klub Tanah Air yang tertarik merekrutnya. Kurang dari 10 klub pernah dilatih Bendol (sapaan akrab Benny Dollo).
Klub-klub top di Indonesia yang pernah ditangani oleh Bendol di antaranya, Pelita Jaya (1987–1994), Persita Tangerang (1995–1998), dan Persitara Jakarta Utara (1999). Kemudian di era 2000-an mendiang Benny Dollo juga pernah menukangi Persma Manado, Persita Tangerang Arema Malang, Persija Jakarta, Mitra Kukar hingga Sriwijaya FC.
Tak tertinggal ia juga pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia. Salah satu keberhasilan Benny Dollo bersama Timnas Indonesia adalah mempersembahkan trofi Piala Kemerdekaan pada tahun 2008.
Kini, Benny Dolo telah beristirahat dengan tenang dan prestasinya akan selalu dikenang publik sepakbola dalam negeri.
(Hakiki Tertiari )