2. Digelar Musim Dingin
Piala Dunia biasanya dilangsungkan di musim panas, ketika liga-liga dari berbagai belahan dunia sedang libur. Namun, Piala Dunia 2022 Qatar 2022 justru digelar pada musim dingin, yang otomatis liga-liga sedang bergulir.
Dipilihnya musim dingin pun bukan tanpa alasan. Sebab jika digelar pada pertengahan tahun, Qatar memasuki musim panas, yang cuacanya tentu tak ramah untuk sebagai pemain bermain sepakbola.
Musim panas di Timur Tengah sendiri diketahui tidak biasa. Suhunya bahkan dapat mencapai 41 derajat Celsius.
Tentu saja, panas luar biasa di Qatar tidak bisa ditoleransi semua orang, terutama bagi pemain yang akan bermain dalam kondisi seperti itu. Oleh sebab itu, FIFA dan Qatar Football Association (QFA) memutuskan memainkan turnamen selama periode yang lebih dingin di Timur Tengah.
Pada musim dingin, liga domestik pun akan mengalami jeda selama beberapa minggu. Alhasil, momen itu bisa dimanfaatkan menggelar Piala Dunia 2022.
1. Digelar di Timur Tengah
FIFA terus mencoba meggelar Piala Dunia di negara-negara berbeda yang sebelumnya tak pernah menjadi tuan rumah. Jika diingat, pada Piala Dunia 2002, Korea Selatan dan Jepang menjadi tuan rumah pertama di kawasan Asia.
Lalu pada Piala Dunia 2010, giliran Afrika Selatan yang menjadi negara Afrika pertama yang menggelar ajang akbar sepakbola dunia tersebut. Kali ini, FIFA memilih salah satu negara dari Timur Tengah, yakni Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.
Bermain di Timur Tengah jelas akan menjadi tantangan sendiri bagi para peserta Piala Dunia 2022. Sebab cuaca yang panas akan menjadi tantangan untuk para pemain.
(Rivan Nasri Rachman)