"Saya belum bisa, kita belum bisa sebutkan walaupun saudara-saudara sudah bisa menciumnya," tambah Rhenald.
Rhenald juga mengira bahwa jadwal pertandingan yang digelar malam hari dilakukan untuk mengakomodir iklan rokok.
"Kami juga mendengar ada yang mengatakan mungkin itu salah satunya mengakomodir iklan rokok yang baru mulai di jam setengah 10 malam, misal begitu," imbuhnya.
Sejauh ini TGIPF terus mencari fakta-fakta baru mengenai tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 korban jiwa. Masyarakat Indonesia, khususnya para pencinta sepakbola, tentu berharap besar perbaikan dari insiden di laga Arema vs Persebaya tersebut.
(Rivan Nasri Rachman)