MADURA United menyatakan rehat sejenak dari aktivitas sepakbola. Hal tersebut bertujuan untuk menghargai korban dari tragedi berdarah Stadion Kanjuruhan.
Sebagaimana diketahui, pada 1 Oktober 2022 lalu terjadi insiden mengerikan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang selepas laga lanjutan Liga 1 2022/2023.
Laga antara Arema FC kontra Persebaya itu dimenangkan tim tamu Bajul Ijo -julukan Persebaya FC dengan skor 3-2. Gas air mata yang dilepaskan petugas keamanan di stadion untuk mengontrol Aremania yang turun ke lapangan malah membuat situasi menjadi kacau.
Pasalnya, gas air mata itu ditembakkan ke arah tribun penonton sehingga membuat ribuan Aremania -suporter Arema FC- menjadi panik dan berusaha menuju pintu keluar dengan saling berdesakkan. Alhasil, banyak dari mereka yang mengalami sesak napas dan juga terinjak oleh penonton lain hingga akhirnya dilaporkan 125 orang meninggal dunia akibat dari peristiwa itu.
BACA JUGA:Suporter Lampaui Kapasitas Stadion Kanjuruhan, Arema FC Tegaskan Tak Cetak Tiket Lebih
Bencana paling mengerikan di dunia sepakbola Tanah Air itu pun membuat operator Liga 1, yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB) menghentikan sementara Liga 1 dan Liga 2 serta Liga 3 2022-2023. Presiden Joko Widodo pun memerintahkan agar kompetisi tersebut tidak digulirkan sampai semua investigasi atas Tragedi Kanjuruhan selesai dilakukan.
Kendati demikian, klub-klub Liga 1 masih melakukan latihan sembari menunggu kompetisi sepakbola terelite di Indonesia itu kembali berjalan, termasuk Madura United. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu tetap menggelar latihan sampai Rabu, 5 Oktober 2022.