7 Fakta Laga Arema FC vs Persib Bandung, Nomor 1 Momen Mencekam Maung Bandung Naik Barracuda

Avirista Midaada, Jurnalis
Senin 12 September 2022 10:16 WIB
7 Fakta laga Arema FC vs Persib Bandung (Foto: MPI/Avirista Midaada)
Share :

SEBANYAK 7 fakta laga Arema FC vs Persib Bandung akan dibahas di sini. Dalam satu waktu, ada momen mencekam ketika Maung Bandung naik barracuda.

Persib Bandung mengalahkan Arema FC secara dramatis di kandang sendiri Stadion Kanjuruhan Malang. Arema FC yang sempat unggul melalui aksi Dedik Setiawan menit 45, akhirnya harus mengakui keunggulan Maung Bandung usai dua gol balasan di babak kedua melalui kaki Beckham Putra menit 49 dan David Da Silva menit 88.

Di balik kemenangan dramatis Persib ini, terdapat sejumlah fakta pertandingan Arema FC vs Persib Bandung yang berlangsung pada Minggu sore kemarin. Berikut fakta-fakta yang dirangkum di dalam dan luar stadion.

7. Tensi Laga Sudah Tinggi


Rivalitas kedua tim yang tinggi dengan dibumbui sejarah yang membuat sejak Arema FC melakukan serangan frontal ke kubu Persib sejak menit awal. Serangan ini membuat benturan-benturan tak terhindarkan.

Bahkan baru 16 menit berjalan pemain Persib Daisuke Sato sudah mendapat kartu kuning dari wasit Muhammad Khisfan. Sepanjang babak pertama sebenarnya terjadi benturan-benturan dan pelanggaran-pelanggaran keras yang dilakukan dua tim, tapi tak ada kartu kuning lain yang dikeluarkan.

Tensi permainan kian meninggi saat memasuki babak kedua. Benturan dan pelanggaran keras terus terjadi. Total lima kartu kuning dikeluarkan ke pemain Persib dan tiga kartu kuning ke pemain Arema FC.

6. Perubahan Strategi dari Persib


Sepanjang babak pertama Persib begitu kesulitan menguasai lini tengah. Arema FC banyak menumpuk gelandang di lini tengah, tercatat pelatih Javier Roca memainkan Jayus Hariono, Renshi Yamaguchi, Gian Zola.

Penempatan dua gelandang energik dan satu gelandang stylish pengatur serangan membuat lini tengah Arema FC unggul. Sementara lini tengah Persib yang diisi Ricky Kambuaya, Mark Klok, Febri Hariyadi cukup kesulitan.

Alhasil keputusan di babak kedua, Luis Milla mengganti Febri Hariyadi dengan Beckham yang memiliki tipikal pembagi bola. Benar saja kehadiran Beckham menjadi kunci perubahan strategi Persib hingga berhasil menyamakan kedudukan 1-1, sebelum akhirnya membalikkan keadaan 1-2 di menit 88.

5. Transisi Arema FC Bermasalah


Sempat mendominasi dan unggul di babak pertama, Arema FC mengendor di babak kedua. Memang secara penguasaan permainan mereka tampak masih dominan, tapi transisi saat kehilangan bola kembali menyerang itulah yang jadi persoalan.

Pelatih Arema FC Javier Roca pun mengakui pemainnya kelelahan pasca menjalani serangkaian pertandingan sejak Piala Presiden 2022 hingga pekan 9 Liga 1 musim 2022-2023. Hal ini yang membuat sistem transisi permainan tak berjalan baik sesuai keinginannya.

"Masalahnya ada di tenaga, banyak pemain yang baru dapat kesempatan disini, sudah lama nggak tampil dan kena fisiknya. Lebih ke arah ke situ," ucap Javier Roca seusai pertandingan.

4. Dua sosok penting kemenangan Persib


David Da Silva memang menjadi penentu gol kemenangan Persib. Umpan dari sisi belakang Persib berhasil dikonversi dengan tendangan chip yang membuat penjaga gawang Teguh Amiruddin tak berdaya.

Namun sosok lain yang menjadi pembeda adalah Beckham Putra yang masuk menit 46 menggantikan Febri Hariyadi. Baru tiga menit pemain berusia 20 tahun itu berhasil menyamakan kedudukan 1-1.

"Beckham lebih bisa bermain untuk possesion, artinya berusaha mencoba untuk mendelay, lalu mencoba mengalihkan perhatian, sehingga kita bisa mendapatkan peluang. Dengan adanya Beckham akan lebih banyak memainkan bola di tengah, terutama di belakang David," papar Luis Milla pelatih Persib seusai pertandingan.

3. Kehadiran Pendukung Persib di Stadion Kanjuruhan Malang

Laga kedua tim ini menjadi menarik karena pendukung Persib akhirnya datang di Stadion Kanjuruhan Malang. Mereka bisa satu tribun setelah beberapa hari sejumlah perwakilan Bobotoh Viking, Aremania, kepolisian, panitia pelaksana, dan manajemen Arema FC duduk satu meja melakukan koordinasi.

Bahkan sambutan hangat sempat diberikan oleh Aremania kepada pendukung Persib sesaat setelah datang di stadion. Mereka juga disiapkan suguhan khusus berupa nasi bungkus yang diberikan Aremania.

Perwakilan suporter Persib Tobias Ginanjar mengatakan, ada 600 orang suporter Persib yang datang memenuhi undangan dari Aremania. Mereka mayoritas berasal dari basis Bobotoh Viking di Jawa Timur.

"Kebanyakan ini dari Jawa Timur. Karena di Bobotoh juga ada basis di Jawa Timur, nanti Malang juga banyak basis Bobotoh, jadi sebagian area Jawa Timur kebanyakan dari Malang. Sejauh enjoy Alhamdulillah, sampai kita kembali ke rumah masing-masing dilancarkan dan semuanya bisa bahagia," ungkap Tobias.

Pertemuan kedua suporter ini sekaligus menggoreskan sejarah karena hampir 10 tahun lebih keduanya tak pernah satu tribun.

2. Sempat Muncul Insiden di Luar Stadion

Layaknya pertandingan dua tim rivalitas pendukungnya yang tinggi, pasti ada insiden-insiden kecil yang mewarnainya. Di laga Arema FC vs Persib pun demikian, kedatangan suporter lawan memang masih ada beberapa Aremania yang tak menerimanya.

Alasannya simpel karena Persib merupakan koalisi dan sahabat Bonek, suporter rival Aremania. Hal ini yang membuat beberapa Aremania meneriakkan yel-yel provokatif saat pendukung Persib datang ke stadion. Beruntung kubu pendukung Persib bisa menahan, dan pihak keamanan memberikan penjagaan ketat.

Tapi insiden kecil terjadi seusai pertandingan di luar area Stadion Kanjuruhan Malang, tepatnya di kawasan Pasar Kepanjen sekitar pukul 19.00 WIB. Dimana beberapa oknum Aremania ini menghadang kendaraan yang dinaiki suporter Persib saat keluar stadion.Padahal mereka sudah dikawal kepolisian dan TNI untuk pulang.

Alhasil satu bus dan satu mobil elf terpaksa kembali ke Stadion Kanjuruhan Malang dengan kawalan polisi. Sementara tiga kendaraan truk polisi dan TNI langsung menuju Polres Malang untuk mengamankan sementara waktu pendukung Persib.

Selama di Polres Malang inilah kondisi cukup mencekam, di luar ratusan personel gabungan kepolisian dengan pakaian preman terlihat. Sementara ada beberapa Aremania yang masih menunggu di luar entah apa tujuannya.

Hampir dua jam pendukung Persib tertahan di Polres Malang, sebelumnya akhirnya bergegas berlahan-lahan pulang pukul 21.00 WIB. Sebab kepolisian dan aparat keamanan gabungan memastikan jalur-jalur yang dilalui pendukung Persib meninggalkan Kabupaten Malang aman.

1. Persib Datang dan Pulang Naik Barracuda

Dinamika keamanan yang tak kondusif juga membuat kepolisian memutuskan membawa tim Persib Bandung dari hotel menuju stadion dengan kendaraan taktis barracuda. Total ada tiga unit barracuda milik Brimob Polda Jawa Timur yang disiapkan, dengan masing-masing kendaraan bisa diisi 10-12 orang.

Bahkan saat kembali pun pelatih, official, dan pemain Persib harus menaiki kendaraan yang sama. Terlihat saat keluar stadion usai pertandingan Nick Kuipers, David Da Silva, dan Daisuke Sato memasuki mobil barracuda.

Bahkan sejumlah staf kepelatihan Persib juga tampak masuk ke mobil barracuda. Bersama para pemain asing mengacungkan jempol terlebih dahulu saat awak media mengabadikan momen ini.

"Mantap," ujar salah satu asisten pelatih Persib.

Sementara pelatih Persib Luis Milla terlihat naik mobil dengan manajemen yang berada satu rombongan dengan bus dan tiga mobil barracuda.

Pengawalan ketat juga dilakukan, mobil patwal mengawali rombongan, disusul enam sepeda motor dengan masing-masing berisikan dua pasukan Brimob Polda Jawa Timur bersenjata lengkap.

Baru setelah itu menyusul dua kendaraan barracuda, satu bus rombongan Persib, dan satu unit barracuda lagi. Menutup rombongan mobil patwal polisi dan enam sepeda motor dengan masing-masing dua personel Brimob, kembali mengawal kepulangan tim Persib sekitar pukul 18.15 WIB menuju hotel.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya