GRAHAM Potter takkan dipecat jika Chelsea gagal finis di empat besar Liga Inggris 2022-2023. Pemilik klub Todd Boehly berjanji untuk memakai jasanya secara jangka panjang usai menandatangani kontrak lima tahun.
Kabar itu dirilis oleh surat kabar ternama Inggris, Independent. Mereka menyebut bahwa Graham Potter takkan diwajibkan untuk meraih posisi empat besar di akhir musim Liga Inggris 2022-2023, dan dengan demikian takkan tampil di Liga Champions 2023-2024.
Potter telah diberikan salah satu kontrak terbesar dalam sejarah Chelsea senilai 60 juta poundsterling atau sekira Rp1 triliun. Kehadirannya diyakini dapat membawa Chelsea kembali berjaya dalam jangka panjang.
Target minimal yang diberikan kepada Potter adalah finis empat besar Liga Inggris musim ini. Tapi seandainya gagal, tidak berarti dia langsung dipecat.
Banyak anggapan yang menempatkan posisi Potter terancam bila tidak memenuhi target klub. Sebab itu semua kerap terjadi kepada pelatih terdahulu Chelsea.
Misalnya, Jose Mourinho, Andre Villas-Boas dan Luiz Felipe Scolari dipecat ketika gagal di Liga Champions. Kemudain Antonio Conte dipecat pada 2018 setelah timnya finis di peringkat kelima meski setahun sebelumnya sukses merebut gelar liga.
Meskipun pemecatan Thomas Tuchel hanya berkisar tiga bulan setelah secara resmi menyelesaikan pengambilalihan klub, Boehly berencana untuk lebih bersabar jika Potter mengecewakan sekalipun.