"Saya pikir di babak pertama kami bermain bagus. Kemudian di babak kedua tim lawan bisa bangkit, dan mencetak satu gol," kata Hector Souto.
"Sebaliknya kami bermain sedikit santai di babak kedua. Kami kebobolan satu gol, mungkin karena kurang fokus. Saya senang dengan kemenangan ini, tetapi tidak puas," ujar Hector Souto.
Sementara pelatih Sadakata FC, Fandy Frima Dana Butarbutar, mengatakan sejak awal memang ada perbedaan kelas antara kedua tim. Meski Sadakata tidak minder dengan perbedaan itu.
"Kami tetap bersemangat di pertandingan. Saya juga coba-coba strategi untuk mengejar ketertinggalan. Namun paling banyak kami hanya bisa bertahan. Itulah harga yang harus kami bayar," tutur Fandy Frima.
(Djanti Virantika)