Namun, ekspektasi tersebut belum terwujud karena penampilannya belum berhasil menyentuh titik konsistensi. Hal tersebut disinyalir karena dirinya belum padu dengan taktik Chelsea yang diterapkan Tuchel saat ini.
"Dia (Lukaku) adalah pemain kunci, jadi akan selalu ada tekanan. Tidak akan ada lebih banyak tekanan daripada yang dia berikan pada dirinya sendiri," tambah Tuchel.
"Kami perlu menemukan perpaduan antara semua harapan, semua tekanan, dan tetap cukup santai untuk memainkan permainan terbaik Anda," imbuhnya.
Seprti yang diketahui, bomber kenamaan asal Belgia itu kurang moncer ketika kembali ke Stamford Bridge pada awal musim ini. Dari 22 penampilan, ia baru berhasil mengoleksi delapan gol di seluruh kompetisi.
Catatan tersebut tentunya berbanding terbalik kala dirinya masih berada di bawah asuhan Antonio Conte bersama Inter Milan pada musim lalu. Dari 44 penampilan, 30 gol berhasil dikemasnya serta mengantarkan Inter meraih Scudetto 2020-2021.
Gara-gara tekanan yang dialaminya di Chelsea, Lukaku bahkan sempat mengeluh dan menyatakan ingin kembali ke Inter. Perkataan Lukaku kala itu cukup heboh, namun akhirnya Tuchel berhasil menemukan titik tengah antara dirinya dengan mantan striker Manchester United tersebut.
(Rivan Nasri Rachman)