3. Iker Casillas (Real Madrid)
Iker Casillas merupakan produk akademi Real Madrid. Dia mencintai Los Blancos dari lubuk hatinya, yang sangat terlihat dengan komitmennya di lapangan.
Setelah membuat lebih dari 700 penampilan untuk Los Blancos, Casillas berencana pensiun di Real Madrid. Namun, presiden klub, Florentino Perez punya rencana lain. Orang tua Casillas mengklaim bahwa putra mereka dipaksa keluar oleh Perez.
Presiden Real Madrid itu tertarik untuk memboyong David De Gea dari Manchester United atau Gianluigi Buffon dari Juventus untuk menggantikan Casillas.
Casillas tidak bisa berbuat apa-apa dan memutuskan untuk bergabung dengan Porto. Kiper Spanyol itu menangis ketika dia mengadakan konferensi pers perpisahannya.
2. Sergio Ramos (Real Madrid)
Sejak Sergio Ramos bergabung dengan Real Madrid dari Sevilla pada 2005, pemain Spanyol itu menjadi pemain andalan bagi raksasa Spanyol itu. Dia adalah pengaruh besar di klub.
Dia memimpin dari depan meski bermain di pertahanan. Agresi, semangat, dan kemampuan bertahannya membuat dia menjadi bek yang mematikan dan handal mencetak gol dari skema bola mati.
Hanya saja, Ramos terpaksa meninggalkan Real Madrid karena gagal mencapai kesepakatan kontrak dengan Madrid pada bursa transfer musim panas 2021. Ramos hanya ditawari perpanjangan kontrak satu tahun, padahal dia menginginkan kontrak dua tahun.
Akhirnya, ketika bek tengah Spanyol siap untuk menerima perpanjangan satu tahun. Namun, Real Madrid memberitahunya bahwa tawaran kontrak satu tahun sudah tidak berlaku.
Ramos tidak punya pilihan dan bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG) pada bursa transfer musim panas 2021 . Setelah 15 tahun mengabdi, Ramos tentu layak mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari Real Madrid.