3 Manchester United - 79 poin (1998-1999)
Itu pasti pengalaman yang sangat buruk bagi Arsenal di Liga Premier. Baik Manchester United dan Arsenal sama-sama mengumpulkan 72 poin dengan tiga pertandingan tersisa di musim 1998-1999.
Sedangkan Chelsea memiliki peluang dan berada di tempat ketiga dengan 68 poin. Namun, Arsenal kehilangan gelar di Elland Road saat melawan Leeds United.
Pertandingan kedua terakhir, Manchester United mengunjungi Blackburn Rovers dan Leeds menjamu Arsenal. Setan Merah dan The Gunners sama-sama mengumpulkan 75 poin dengan dua pertandingan tersisa.
Man United dan Blackburn bermain imbang tanpa gol dan entah bagaimana Arsenal bisa gagal mengalahkan Leeds. Kekalahan itu membuat Arsenal kehilangan gelar Liga Inggris.
Sementara Setan Merah, striker Trinidad dan Tobago, Dwight Yorke menjadi pemain yang menonjol bersama Andy Cole, karena keduanya masing-masing mencetak 18 dan 17 gol.
2. Arsenal - 78 poin (1997-1998)
Ini adalah musim pertama Arsene Wenger di Arsenal. Media Inggris yang mengejeknya dengan berseru 'Arsene Who?!' diberikan balasan yang sesuai oleh orang Prancis itu dengan mendedikasikan hidupnya untuk Arsenal selama 20 tahun ke depan.
Arsenal menyelesaikan gelar ganda domestik dengan memenangkan Liga Premier dan Piala FA, suatu prestasi yang sebelumnya mereka dapatkan pada 1970-1971.
Rekrutmen Wenger yang berkelas dan cerdas terlihat sejak saat pertama saat ia membawa pemain seperti Marc Overmars dan Emmanuel Petit.
Arsenal dan Manchester United memenangkan 23 pertandingan, tetapi The Gunners kalah enam kali dan Setan Merah tujuh kali pada musim itu. Pendekatan Wenger cukup solid karena dia tidak fokus hanya pada satu aspek permainan saat memperkuat skuadnya. Arsenal mencetak 68 gol dan kebobolan 33 gol.