“Talenta muda bisa menjadi bintang dunia dalam beberapa tahun. Para pemain muda akan memiliki peluang, seperti yang dimiliki Xavi dan [Iniesta, tapi butuh kesabaran,” lanjutnya.
“Selain itu, finis di posisi teratas di klasemen liga juga bisa menjadi sebuah kesuksesan. Di Liga Champions, tidak ada keajaiban yang bisa diharapkan. Kekalahan melawan Bayern Munich harus dilihat dari sudut pandang itu,” tambah pelatih asal Belanda tersebut.
“Tim harus didukung, dalam kata-kata dan tindakan. Saya tahu pers memahami proses ini, ini bukan pertama kalinya dalam sejarah hal ini terjadi,” sambungnya.
“Kami mengandalkan dukungan Anda di saat-saat yang menentukan ini. Kami sangat, sangat senang dengan dukungan para penggemar, seperti halnya melawan Granada. Ayo, Barcelona!” imbuh Koeman.
Setelah melakukan konferensi pers itu, Koeman lantas langsung meninggalkan ruangan tanpa memberikan waktu bagi awak media untuk melontarkan pertanyaan. Koeman hadir dalam konferensi pers itu lalu membacakan sebuah pernyataan pendek terkait situasinya saat ini di Barcelona.
Hubungan Koeman dengan Presiden Blaugrana, Joan Laporta pun bisa dikatakan tak berjalan baik karena mereka suka saling lempar sindirian di media. Menarik tentunya melihat bagaimana masa depan Koeman di Barcelona.
(Rachmat Fahzry)