BARCELONA – Lionel Messi berpisah dengan Barcelona pada bursa transfer musim panas 2021. Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengungkapkan penyebab kontrak Messi gagal diperbarui.
Laporta mengatakan, bawaha ia tidak bisa berbuat banyak saat Messi tidak bisa memperpanjang kontraknya. Ia mengungkapkan gaji Messi yang besar menjadi masalah utama sehingga sang megabintang tak bisa melanjutkan trahnya di Camp Nou.
“Kesepakatan dengan (Lionel) Messi akan menempatkan klub pada risiko besar setelah audit (keuangan),” kata Laporta dalam konferensi pers virtual di Barca TV, Jumat (6/8/2021).
Padahal, Laporta mengatakan Messi kemungkinan besar bisa memperpanjang kontraknya beberapa waktu lalu. Akan tetapi, pihak Camp Nou tidak mau ambil risiko untuk membangkang dari aturan Finansial Fair Play (FFP).
“(Financial) Fair Play tidak mengizinkan kami untuk akhirnya menandatangani kontrak yang telah disepakati dengan Leo Messi,” tambahnya.
Sementara itu, saat ini, Messi praktis berstatus tanpa klub. Messi bisa digaet jika klub mana pun mampu membayarkan gaji sang megabintang yang diperkirakan mencapai Rp2,3 triliun per tahun.
Selain itu, Messi sudah dikaitkan dengan beberapa klub raksasa Eropa. Salah satunya adalah Paris Saint-Germain (PSG).
Les Parisiens -julukan PSG- diketahui sudah berminat dengan La Pulga -julukan Messi- sejak lama. PSG dikabarkan langsung menjadi klub yang terdepan dalam perebutan tanda tangan Messi.
Namun, PSG tidak sendirian dalam perburuan Messi. Kabarnya, Manchester City juga ikut bersaing dalam perebutan tanda tangan La Pulga.
(Andika Pratama)