KABAR duka datang dari salah satu pemain Manchester United, Juan Mata. Menurut laporan La Nueva Espana, Senin (29/3/2021), Ibu Mata, Marta Garcia, meninggal dunia pada hari ini setelah berjuang selama beberapa bulan untuk mengalahkan penyakitnya.
Mata sangat dekat dengan ibunya. Dalam buku Juan Mata: Suddenly A Footballer, dia menceritakan kedekatannya dengan sang ibu dan ritual khusus mereka sebelum pertandingan, yaitu saling berkomunikasi melalui telefon.
“Ibu saya selalu lebih khawatir tentang kesehatan saya selama pertandingan daripada hasilnya. Itu sebabnya, bahkan sampai sekarang, saya selalu meneleponnya saat saya di dalam pelatih dalam perjalanan ke stadion. Selalu,” ujar Mata, mengutip dari Mirror, Senin (29/3/2021).
“Ini adalah ritual yang kami berdua nikmati, dan yang juga menjadi sumber motivasi tambahan bagi saya. 'Hati-hati, nikmati, tembak, dan cobalah untuk tidak terluka,' selalu menjadi kata-katanya. Surga tahu bagaimana dia akan mengatasinya jika saya, katakanlah, menjadi pemain ski,” tuturnya.
“Namun, untuk semua itu, dia menjadi agak gugup selama pertandingan, dia masih tidak melewatkan satu pun (pertandingan Mata). Dia bahkan mengirimi saya pesan teks selama pertandingan,” ucap pemain asal Spanyol itu.
BACA JUGA: Man United-Liverpool Berebut Kapten RB Leipzig Marcel Sabitzer
“Dia sangat menyadari fakta, bahwa tentu saja, saya tidak dapat melihatnya, jadi saya membayangkan dia melakukannya sebagai semacam mekanisme pelepasan untuk kekhawatiran dan terkadang frustrasinya. Setiap kali saya mengalami benturan, atau saya terlihat sedikit cedera selama pertandingan, pesan pertama di ponsel saya adalah miliknya. 'Kamu tidak apa apa? Katakan sesuatu kepada saya jika kamu sempat,” ujarnya.