Kematian sang ayah juga membuat menjadi lebih rajin beribadah. Hal ini diungkapkan oleh sahabat Mahrez, Youssef Gani. Ia menyebut bahwa mantan penggawa Leicester City itu menjadi lebih sering pergi ke masjid.
“Dia sangat relijius, memilki keyakinan agama (Islam) yang kuat. Selama masa sulit itu, (setelah sang ayah meninggal), yang menjadi titik balik dalam hidupnya, dia mulai berdoa dengan sungguh-sungguh dan secara teratur mengunjungi masjid,” sebut Ghani.
“Kematian ayahnya membuatnya sadar akan banyak hal. Ia mengambil lebih banyak tanggung jawab setelah itu,” sambungnya.
Mahrez pada akhirnya mewujudkan keinginan sang ayah dengan membela Timnas Aljazair. Tidak hanya itu, Mahrez bahkan memegang ban kapten saat mengantarkan Timnas Aljazair menjuarai Piala Afrika 2019.
(Ramdani Bur)