"Oleh karena itu FIFA secara teratur berkonsultasi dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk asosiasi anggota tuan rumah serta konfederasi yang terlibat dalam kedua turnamen yang semula dijadwalkan berlangsung pada tahun 2021,” tambah pernyataan resmi dari mereka.
“Dengan demikian, menjadi jelas bahwa situasi global telah gagal untuk dinormalisasi ke tingkat yang memadai. Untuk mengatasi tantangan yang terkait dengan penyelenggaraan kedua turnamen, termasuk kelayakan jalur kualifikasi yang relevan,” sambung keterangan FIFA.
“FIFA ingin mengucapkan terima kasih kepada asosiasi anggota tuan rumah, serta pihak berwenang di Indonesia dan Peru, atas komitmen dan persiapan turnamen yang dilakukan selama ini. FIFA berharap dapat terus bekerja sama dengan negara tuan rumah untuk menyelenggarakan turnamen yang sukses,” imbuh pernyataan FIFA.
Dengan begitu, maka Indonesia harus menunggu kurang lebih tiga tahun lagi untuk menjadi tuan rumah ajang sepakbola berlevel dunia tersebut.
(Rachmat Fahzry)