1. Graham Potter – Brighton & Hove Albion
Harapan besar disematkan ke pundak Graham Potter ketika ditunjuk sebagai Manajer Brighton & Hove Albion pada musim panas 2019. Mantan Manajer Swansea City itu dianggap memiliki ide dasar sepakbola yang menarik, yakni permainan menyerang nan atraktif.
Musim lalu, The Seagulls hanya finis di posisi 15 klasemen akhir. Namun, mereka sanggup merepotkan klub-klub papan tengah ke atas seperti Tottenham Hotspur, Arsenal, dan Everton. Sayangnya, start mereka pada musim ini sedikit tersendat.
Brighton terpaku di peringkat 16 dengan nilai enam dari delapan laga. Mereka hanya menang sekali dan imbang tiga kali, sisanya kalah. Wajar apabila muncul kabar posisi Graham Potter paling rawan dibandingkan yang lain. Bisa saja, selepas jeda internasional, posisi manajer sudah berganti.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)