PARIS – Gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Ander Herrera, mengungkap tiga penyebab kenapa timnya kalah 1-2 dari Manchester United di matchday pertama Grup H Liga Champions 2020-2021, Rabu (21/10/2020) dini hari WIB. Herrera menilai, kehebatan David de Gea, penalti kontroversial dan wasit terlalu banyak menghentikan pertandingan menjadi alasan PSG tumbang dari tim tamu.
Dalam laga tersebut, PSG lebih mendominasi pertandingan. Tercatat sepanjang laga mereka mendominasi penguasaan bola hingga 61 persen. Selain dominan dalam hal penguasaan bola, Kylian Mbappe dan kawan-kawan juga melepaskan lima shot on target.
(Mbappe (7) gagal bawa PSG kalahkan Man United)
Sayangnya, dari lima shot on target yang dilepaskan pemain-pemain PSG tidak ada yang masuk ke gawang Man United. Kiper Man United David de Gea menggagalkan sejumlah peluang emas yang dibuat personel PSG seperti Angel Di Maria dan Layvin Kurzawa. Satu-satunya gol yang dibuat PSG pun hasil bunuh diri yang dibuat Anthony Martial.
"Saya pikir di babak pertama kami tidak memulai permainan dengan cara terbaik, meskipun kami memiliki beberapa peluang dengan (Angel) Di Maria dan (Layvin) Kurzawa. Saya pikir David (De Gea) beruntung bisa menyelamatkan bola itu. Sebab, jika tidak, bisa tercipta gol," kata Herrera mengutip dari Metro, Rabu (21/10/2020).
Untuk penalti, Herrera melihat kontak yang dilakukan bek PSG Abdou Diallo kepada Martial sangat kecil. Karena itu, ia menilai Man United tidak layak mendapat penalti yang berujung gol via eksekusi Bruno Fernandes pada menit 23.
BACA JUGA: Menang 2-1 atas PSG di Liga Champions, Manchester United Cetak Sejarah
“Setelah itu kami dihukum penalti. Saya tidak tahu apakah itu layak penalti atau tidak, sebab kontaknya sangat minim,” lanjut pemain yang sempat berseragam Manchester United tersebut.
Setelah tertinggal, PSG mencoba bangkit namun wasit Antonio Miguel Lahoz terlalu sering menghentikan pertandingan, imbas serangkaian pelanggaran yang dibuat personel Man United.
(Man United menang 2-1 atas PSG)
“Setelah tu kami berupaya bangkit, namun pertandingan selalu dihentikan wasit. Hal itu membuat kami kesulitan mengembangkan permainan lagi. Satu hal yang pasti, David tampil hebat di laga ini,” kata Herrera.
Di laga ini, gol-gol Man United diciptakan Bruno Fernandes pada menit 23 dan Marcus Rashford (87'), sedangkan gol PSG via bunuh diri Martial (55'). Atas kekalahan ini, pantang bagi PSG kehilangan poin lagi di laga-laga berikutnya. Terlebih rival mereka dalam memperebutkan satu tempat di babak 16 besar Liga Champions 2020-2021, RB Leipzig, juga memenangkan pertandingan.
Dini hari tadi RB Leipzig menang 2-0 atas Istanbul Basaksehir. Kemenangan ini membuat RB Leipzig naik ke puncak klasemen Grup H Liga Champions dengan koleksi tiga angka, sama persis dengan Man United di tempat kedua.
(Fetra Hariandja)