DUSSELDORF – Pelatih Bayer Leverkusen, Peter Bosz, mengakui Inter Milan adalah lawan tangguh yang dihadapi. Walau begitu, pria berkebangsaan Belanda tersebut tetap mengaku kecewa dengan kekalahan Die Werkself pada Perempatfinal Liga Eropa 2019-2020, Selasa (11/8/2020) dini hari WIB.
Pertandingan yang dihelat di Stadion Esprit Arena, Dusseldorf, Jerman itu berlangsung seru. Kedua kesebelasan saling jual beli serangan sepanjang 90 menit. Namun, Inter Milan mampu bermain efektif sehingga keluar sebagai pemenang.
Berkaca pada statisik, Bayer Leverkusen mampu mendominasi penguasaan bola hingga 63% sepanjang 90 menit. Namun, mereka hanya bisa menciptakan sembilan percobaan dengan dua di antaranya tepat sasaran. Sedangkan Inter Milan melepaskan 18 tembakan dengan tujuh mengarah ke gawang.
Baca juga: Kalahkan Leverkusen 2-1, Conte: Pemain Inter Tunjukkan Rasa Lapar
Dua gol berhasil diciptakan Nerazzurri lewat Nicolo Barella (15’) dan Romelu Lukaku (21’). Sementara itu, Bayer Leverkusen hanya bisa membalas sekali lewat Kai Havertz pada menit 24. Seusai laga, Peter Bosz mengakui Inter Milan memang lawan yang tangguh.
“Kami kalah melawan tim yang hebat. Kami tidak bermain baik pada 20 menit awal dan kesulitan dalam mengatasi Lukaku. Lalu setelah itu, kami berpikir mampu membalikkan keadaan. Kami seharusnya bisa berbuat lebih dan kecewa dengan hasil ini,” terang Peter Bosz, dikutip dari Football Italia, Selasa (11/8/2020).
Kebobolan dua gol dalam waktu 20 menit memaksa arsitek tim berusia 56 tahun itu mengubah taktik. Sayangnya, perubahan itu hanya mampu menghasilkan dominasi pada penguasaan bola. Leverkusen gagal menyamakan kedudukan dalam 75 menit tersisa.
“Marcelo Brovozic terlalu bebas di tengah sehingga kami harus mengubah taktik pada 20 menit awal. Kami memindahkan Moussa Diaby ke kiri karena Inter terus menekan para pemain sayap. Jadi, kami bisa sedikit memiliki ruang di sana,” sambung mantan pelatih Ajax Amsterdam itu.
Upaya Bayer Leverkusen itu memang gagal menghasilkan gol. Namun, Peter Bosz bisa berbangga diri karena mampu merepotkan Inter Milan dalam 90 menit pertandingan. Hanya penyelesaian akhir saja yang kurang dari permainan anak asuhnya.
Sementara itu, Inter Milan berhasil melaju ke Semifinal Liga Eropa 2019-2020. Itu merupakan pencapaian terbaik mereka di kompetisi benua sepanjang satu dekade terakhir. La Beneamata terakhir kali sukses menembus fase tersebut pada 2009-2010 di Liga Champions.
Romelu Lukaku dan kawan-kawan kini tinggal menanti pemenang dari laga antara Shakhtar Donetsk vs FC Basel. Pertandingan itu baru digelar pada Rabu 12 Agustus 2020 dini hari WIB.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)