MANCHESTER – Pemain Manchester City, Bernardo Silva, menyatakan timnya sudah belajar dari kegagalan di Liga Champions musim lalu, sehingga kini lebih matang saat melawan Real Madrid pada babak 16 besar. Man City siap untuk melangkah ke perempatfinal.
The Citizens –julukan Man City– akan melawan Madrid pada leg II yang akan berlangsung di Etihad Stadium, Sabtu 8 Agustus 2020. Man City menjamu Madrid bermodalkan kemenangan 2-1 pada leg I di Santiago Bernabeu. Hasil bagus pada leg I membuat peluang Man City lolos lebih besar.
Man City telah belajar dari kegagalan di Liga Champions musim lalu, saat gugur di tangan Tottenham Hotspur pada perempatfinal. Pada leg I, Man City kalah 0-1 di kandang Tottenham. Dengan bekal negatif itu, Man City harus menang dengan selisih dua gol pada leg II untuk lolos ke semifinal.
Namun, The Citizens gagal melakukannya pada leg II di Etihad Stadium. Man City memenangkan pertandingan dengan skor tipis 4-3. Skor itu membuat kedudukan imbang 4-4, sehingga Tottenham yang lolos ke semifinal karena gol tandang.
BACA JUGA: Tidak Takut Madrid, Bernardo Silva: Man City Juga Tim Kuat!
Seandainya Man City mampu mencetak gol pada leg I di markas Tottenham, perjalanan The Citizens di Liga Champions musim lalu mungkin akan berbeda. Tidak menutup kemungkinan Man City keluar sebagai juara. Akan tetapi, kenyataan tidak dapat diubah.
Meski pahit, Man City belajar banyak dari kegagalan musim lalu. The Citizens jadi tahu seberapa pentingnya gol tandang di Liga Champions. Man City kini memiliki dua gol tandang dari leg I kontra Madrid, yang mungkin mengantarkan The Citizens ke perempatfinal.
“Saya pikir Liga Champions adalah kompetisi yang sangat rumit. Meski begitu, tahun ini kami telah melakukan satu hal penting melawan Real Madrid yang tidak terjadi melawan Tottenham, yakni mencetak gol tandang," kata Bernardo Silva, menyadur dari Sportskeeda Senin (28/7/2020).
"Mencetak dua gol di Real Madrid sangat penting. Saya yakin itu adalah salah satu pelajaran besar dari pertandingan melawan Tottenham,” tuturnya.
Menilik pada kekuatan dan kondisi saat ini, pertandingan Man City kontra Madrid diprediksi akan berjalan ketat. Akan tetapi, ada potensi leg II tidak akan berlangsung di Inggris sesuai jadwal. Hal itu dikarenakan aturan baru dari pemerintah Inggris untuk orang-orang yang datang dari Spanyol ke Negeri Ratu Elizabeth tersebut.
Pemerintah Inggris menerapkan aturan karantina selama dua pekan, untuk semua orang yang datang dari Spanyol. Sebab, kasus virus corona di Spanyol mengalami peningkatan beberapa waktu terakhir. Menilik kondisi sekarang di Inggris, UEFA mungkin memindahkan pertandingan ke tempat netral agar tidak mengganggu jadwal.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)