MILAN – Pada bursa transfer musim panas 2019, Inter Milan sempat santer dikabarkan akan merekrut penyerang Juventus, Paulo Dybala. Akan tetapi, hal tersebut tak terealisasi, dan kini CEO Inter, Giuseppe Marotta, sadar bahwa mendapatkan Dybala menjadi semakin sulit.
Pada musim panas tahun lalu, Dybala sangat dekat dengan pintu keluar Juventus. Sebab, pada musim 2018-2019, posisinya di starting XI mulai tergeser dengan kehadiran Cristiano Ronaldo. Maka dari itu, Inter berencana memanfaatkan situasi tersebut untuk menggaetnya. Kendati demikian, di musim 2019-2020, Dybala justru tampil gemilang dan menjadi bagian penting dari skuad Bianconeri.
Baca juga: CEO Konfirmasi Inter Milan Bidik Treble Winner Musim Ini
Tidak hanya itu, Dybala bahkan kini diproyeksikan untuk menjadi pemimpin Juve di masa depan. Tak ayal, hal itu membuat Inter pada akhirnya harus menyerah mendapatkan tanda tangan Dybala. Sebab, Juve tak lagi memiliki niatan untuk melepas si pemain.
“Dia adalah salah satu talenta terbesar. Tahun lalu kami merasa kami bisa merekrutnya, tetapi hari ini ia diproyeksikan menjadi pemimpin Juventus yang hebat,” tutur Marotta, seperti dilansir dari Sempre Inter, Rabu (10/6/2020).
Gagal mendapatkan jasa Dybala tak lantas membuat Marotta kecewa. Sebab, pada bursa transfer musim dingin 2020, Inter berhasil merekrut salah satu gelandang terbaik di Liga Inggris, Christian Eriksen, dari Tottenham Hotspur, dengan harga hanya 20 juta euro.
“Kami telah menambahkan orang-orang penting, termasuk Eriksen pada Januari. Inter sekarang memiliki visibilitas dan pesona yang luar biasa. Eriksen adalah pemain yang bagus dan (Antonio) Conte akan menemukan tempat yang tepat untuknya,” jelas Marotta.
(Ramdani Bur)