LONDON - Klub-klub perserta Liga Inggris sedang melakukan diskusi mengenai aturan yang mewajibkan para pemain untuk berlutut. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas Black Lives Matter dan menghormati kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang tewas usai dicekik di bagian lehernya oleh seorang polisi kulit putih di Minneapolis, AS.
Kematian Floyd memicu gerakan demonstrasi di seluruh dunia yang menentang rasisme, di mana slogan Black Live Matter, menjadi simbol perlawanan. Aksi ini juga menular ke Inggris, termasuk klub Liga Inggris.
Baca juga: Legenda Chelsea Bikin Ketakutan Sir Alex Ferguson
Mengutip Evening Standart, Rabu (10/6/2020) pembicaraan aksi berlutut sebelum pertandingan sedang berlangsung antara Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) dan klub peserta Liga Inggris. Chelsea sudah melakukannya lebih dulu. Para pemain dan ofisial berlutut menunjukkan dukungan terhadap gerakan anti-rasisme saat latihan.
Before training at Cobham this morning, the Chelsea players and coaching staff formed the letter H, for humans, and knelt in a show of support for the #BlackLivesMatter movement. pic.twitter.com/yI6kAywa93
— Chelsea FC (at ð¡) (@ChelseaFC) June 2, 2020
Di Liga Jerman, yang telah kembali mulai sejak 16 Mei 2020, tim dan para ofisial memulai pertandingan dengan berlutut. Ketua organisasi anti-diskriminasi Kick It Out, Sanjay Bhandari, juga telah mendesak Liga Inggris mengikuti langkah mereka demi melawan rasisme yang juga sering terjadi dalam dunia sepakbola.