LONDON – Federasi Sepakbola Inggris (FA), Premier League (operator kompetisi) dan petinggi klub-klub Liga Inggris kembali mengadakan pembicaraan pada Senin 11 Mei 2020. Pembicaraan tersebut mengeluarkan hasil, setelah mendapat lampu hijau dari Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Liga Inggris 2019-2020 paling cepat kembali bergulir pada 1 Juni 2020.
Hal di atas merupakan kabar baik bagi seluruh klub Liga Inggris. Sebab, dengan kompetisi bergulir kembali, mereka bisa mendapatkan pemasukan dari sponsor hingga penjualan merchandise.
Kabar di atas juga merupakan hal yang ditunggu-tunggu bagi Liverpool. Jika kompetisi kembali digulirkan, The Reds –julukan Liverpool– kemungkinan besar bakal menyegel gelar juara. Sebab, dari sembilan pertandingan tersisa, Liverpool hanya membutuhkan enam poin tambahan untuk memastikan trofi Liga Inggris pertama mereka dalam 30 tahun terakhir.
BACA JUGA: UEFA Beri Keringanan ke Liga Inggris soal Batas Waktu Pengumuman Project Restart
Hanya saja, masih ada satu ganjalan soal penyelenggaraan sisa Liga Inggris 2019-2020, yakni venue pertandingan. FA dan Premier League mendorong agar 92 pertandingan sisa Liga Inggris 2019-2020 dilangsungkan di tempat netral.
Laga diimbau digelar di tempat netral demi menghindari penumpukan suporter di luar stadion. Sekadar informasi, meski laga digelar di tempat netral, besar kemungkinan suporter tuan rumah akan berkumpul di stadion.
Hanya saja, klub-klub yang menghuni papan bawah tidak setuju soal wacana sisa laga digelar di tempat netral. Jika digelar di tempat netral, mereka dirugikan karena berpotensi kehilangan poin dan bisa berujung terdegradasi di akhir musim. Karena itu pada Senin 18 Mei 2020, akan kembali diadakan pembicaraan yang salah satunya membahas wacana penyelenggaraan sisa kompetisi di tempat netral.
(Fetra Hariandja)