NYON – Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) memberi keringanan kepada Liga Inggris soal batas waktu pengumpulan project restart yang mereka siapkan. Seperti diberitakan Daily Mail, Selasa (12/5/2020), UEFA mengizinkan Federasi Sepakbola Inggris (FA) untuk mengumpulkan project restart yang mereka siapkan lebih dari 25 Mei 2020.
Sekadar informasi, UEFA memberi batas waktu kepada sejumlah federasi untuk mengumumkan tanggal waktu sisa penyelenggaraan kompetisi, paling lambat 25 Mei 2020. Sejauh ini belum diketahui secara pasti, apa konsekuensi yang diterima federasi jika tidak memberikan kapan waktu penyelenggaraan sisa kompetisi pada 25 Mei 2020.
Satu hal yang pasti, terlepas kapan FA atau Premier League memberikan project restart kepada UEFA, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberi angin segar pada Senin 11 Mei 2020. Ia mengizinkan untuk kembali digelarnya seluruh event olahraga termasuk sepakbola, paling cepat 1 Juni 2020.
BACA JUGA: Kelanjutan Liga Inggris Diklaim Naikkan Moral Bangsa, Rose: Tidak Peduli!
Hal di atas merupakan kabar baik bagi klub-klub Liga Inggris yang haus akan kompetisi. Dengan digelarnya kompetisi, klub-klub pun kembali mendapat pemasukan, sesuatu yang tidak mereka alami dalam dua bulan terakhir.
Hanya saja, ada satu kendala yang masih mengikat soal penyelenggaraan sisa Liga Inggris. Rencana FA dan Premier League untuk menyelesaikan sisa musim di tempat netral belum disetujui seluruh klub anggota.
Mayoritas anggota yang tidak setuju kompetisi dilanjutkan di tempat netral merupakan klub-klub yang menghuni zona bawah. Mereka takut jika kompetisi dilangsungkan di tempat netral, mereka kehilangan banyak poin dan akhirnya terdegradasi ke Divisi Championship.
(Fetra Hariandja)