MANCHESTER – Mantan bek Manchester United, Gary Pallister, melihat efek yang ditimbulkan Virgil van Dijk bersama Liverpool sama seperti Eric Cantona ketika membela Setan Merah. Baik Van Dijk dan Cantona sama-sama melengkapi puzzle yang kurang di Liverpool dan Man United. Semenjak keduanya datang, prestasi Liverpool dan Man United pun meningkat.
Pada November 1992, Man United mendatangkan Eric Cantona dari Leeds United. Sebelum Cantona datang, Man United gagal memenangkan trofi Liga Inggris selama 26 tahun. Terakhir kali Man United meraih trofi Liga Inggris pada 1966-1967!
(Cantona ubah peruntungan Man United)
Akan tetapi, kehadiran Cantona mengubah peruntungan Setan Merah. Penyerang berpaspor Prancis itu membawa Man United meraih trofi Liga Inggris 1992-1993, atau musim pertamanya berseragam Setan Merah.
Di musim tersebut, Cantona tampil tajam dengan koleksi 15 gol dan 11 assist dari 35 penampilan. Berkat bantuan gol dan assist dari Cantona, Man United menutup musim dengan koleksi 84 angka, unggul 10 poin dari Aston Villa di tempat kedua.
BACA JUGA: Liverpool Ubah Pola Transfer Gara-Gara Virus Corona
Bagaimana dengan Van Dijk? Semenjak Van Dijk datang pada Januari 2018, prestasi Liverpool meningkat. Ia membantu Liverpool finis runner-up di Liga Champions 2017-2018 dan Liga Inggris 2018-2019.
Kemudian di musim 2018-2019 juga, Van Dijk membantu sang klub menjadi yang terbaik di Liga Champions. Tentu prestasi yang paling dinanti adalah musim ini. Berkat bantuan dari Van Dijk, Liverpool di ambang menjadi juara Liga Inggris, kompetisi yang terakhir kali mereka menangkan pada 1989-1990.
Sebelum kompetisi ditangguhkan di pekan ke-29, Liverpool duduk di puncak klasemen dengan koleksi 82 angka, unggul 25 poin dari Manchester City di tempat kedua. Untuk menjadi juara, Liverpool hanya membutuhkan enam poin tambahan dari sembilan pertandingan tersisa.
“Van Dijk sama seperti Cantona untuk Man United, bak potongan puzzle terakhir,” kata Pallister mengutip dari Daily Star, Rabu (6/5/2020).
(Fetra Hariandja)