JAKARTA – Gelandang Persija Jakarta, Tony Sucipto, merasa kehilangan setelah tahu sang penyanyi favorit, Didi Kempot, meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020) pagi WIB akibat serangan jantung. Pemain yang membawa Sriwijaya FC juara Liga Indonesia 2007-2007 itu mengaku kaget saat tahu sang legenda musik campursari itu meninggal dunia hari ini.
Didi Kempot terjun di industri musik sejak 1984. Sejak saat itu, namanya cukup diperhitungkan di belantika musik Tanah Air. Bahkan berkat berbagai karya yang dimilikinya seperti salah satunya lagu berjudul Stasiun Balapan, pria bernama asli Dionisius Prasetyo itu sempat manggung di sejumlah negara lain, seperti Suriname, Belanda dan banyak lagi.
Hanya saja, nama Didi Kempot semakin melambung dalam satu tahun terakhir. Didi dikenal sangat piawai membuat lagu yang dapat menyentuh hati para pendengarnya, termasuk kaum milenial.
BACA JUGA: Dukacita Riko Simanjuntak atas Kepergian Didi Kempot
Tak jarang ketika Didi sedang menyanyikan lagu galau buatannya tersebut, kaum milenial menangis tersedu-sedu. Karena itu, tak heran Didi mendapat julukan The Godfather of Broken Heart" alias "Bapak Patah Hati Nasional.
“Kemarin saat viral cendol dawet sempat mendengarkan lagu-lagu jawa ternyata enak didengar. Kepergian almarhum tentu membuat kita semua sedih karena saat ini lagu-lagu bernuansa jawa semakin digemari. Pasti sangat kehilangan bagi sobat ambyar,” ujar pemain kelahiran Surabaya ini.
Didi Kempot meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020) pukul 07.45 di RS Kasih Ibu Surakarta. Didi Kempot meninggal dunia akibat sakit jantung pada usia 53 tahun.
(Fetra Hariandja)