MANCHESTER – Legenda Manchester United dan Timnas Inggris, Gary Neville, kembali berbicara mengenai keputusan melanjutkan kompetisi Liga Inggris 2019-2020. Neville Menilai diskusi soal kelanjutan kompetisi sama sekali tidak berlandaskan pada faktor kemanusiaan seperti yang disuarakan belakangan ini.
Seperti diketahui, sejumlah perwakilan klub Liga Inggris telah bertemu pada Jumat 1 Mei 2020 untuk menegaskan kembali komitmen mereka melanjutkan kompetisi. Sebelumnya telah beredar kabar kompetisi Liga Inggris sendiri akan kembali bergulir pada 12 Juni 2020.
The PL are having a CV nightmare . They keep spouting Health First but then brief constantly “We have to Re-Start”
I’d respect them more if they said “We accept the increase in Health Risk but it’s one we are willing to take” . They won’t as they are frightened to death!— Gary Neville (@GNev2) May 3, 2020
Namun, Neville melihat urgensi untuk memulai kembali kompetisi hanya menguntungkan pihak tertentu. Sebab, menurutnya langkah ini berbanding terbalik dengan pernyataan pihak penyelenggara yang menyatakan keselamatan sebagai faktor yang harus diutamakan.
Baca juga: Demi Finansial, Liga Inggris 2019-2020 Bakal Dilanjutkan
Neville juga bingung dengan sikap pemerintah Inggris. Eks pemain bertahan Man United itu menganggap pemerintah Inggris menerapkan standar ganda untuk sejumlah industri di masa pandemi virus corona, termasuk sepakbola dan konstruksi.
"PL(Premier League) sedang mengalami mimpi buruk. Mereka terus bericara tentang kesehatan sebagai faktor utama tetapi kemudian secara terus-menerus menyuarakan untuk melanjutkan kembali kompetisi musim ini,” ujar Neville, melansir dari laman Metro, Senin (4/5/2020).
“Saya akan lebih menghargai mereka jika mereka berkata ‘Kami menerima peningkatan Risiko Kesehatan tetapi itu salah satu yang harus kami hadap’. Karena seharusnya mereka tidak akan melakukannya (melanjutkan kompetisi) jika mereka takut pada resikonya,” tandasnya.
Rencananya, sisa 92 pertandingan Liga Inggris 2019-2020 akan kembali bergulir pada 12 Juni 2020 dan dilangsungkan di tempat netral. Premier League selaku operator kompetisi pun telah menyusun daftar stadion mana saja yang akan digunakan sebagai venue pertandingan.
(Ramdani Bur)