FEDERASI Sepakbola Eropa (UEFA) mengadakan sejumlah pembicaraan dengan 55 negara anggota mereka. Presiden UEFA Aleksander Ceferin meminta seluruh negara anggota mereka untuk tidak membatalkan kompetisi 2019-2020 begitu saja.
Dalam pandangan pria berpaspor Slovenia itu, pandemi virus corona mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, Ceferin yang menggantikan posisi Michel Platini optimistis kompetisi elite Eropa 2019-2020 dapat diselesaikan, meski molor dari waktu yang telah ditentukan di awal.
(Presiden UEFA, Aleksander Ceferin)
“Masih terlalu dini untuk mengatakan kita tidak bisa menyelesaikan musim ini. Dampaknya akan luar biasa. Kita harus menghormati keputusan pihak berwenang dan menunggu sampai kita bisa bermain,” kata Ceferin mengutip dari Football Italia, Selasa (21/4/2020).
Dari sekian banyak kompetisi sepakbola elite di Eropa, Liga Italia, Inggris, Spanyol, Jerman dan Prancis jadi yang paling disorot. Sebab, kelima liga di atas merupakan kompetisi terelite di Eropa saat ini.
Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC), Gabriela Gravina, merupakan sosok yang mendorong agar kompetisi 2019-2020 dilanjutkan. Gravina paham banyak pihak yang siap menggagalkan ambisinya tersebut. Hanya saja, ia akan melakukan segala cara agar Liga Italia 2019-2020 dapat diselesaikan di atas lapangan hijau.
BACA JUGA: Presiden UEFA Sebut Pertandingan Tanpa Penonton Penting bagi Penggemar
"Saat ini ada dua kelompok yang tampaknya berlawanan: arus pemikiran dari mereka yang percaya semua kegiatan olahraga harus ditutup, dan yang lainnya, yakni saya yang mencoba kompetisi tetap dilanjutkan," kata Gravina mengutip dari Goal.