PARIS – Mantan gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Jerome Rothen, menyebut Kylian Mbappe hampir bergabung dengan Real Madrid pada bursa transfer musim panas 2020. Hanya saja, kesepakatan dibatalkan karena adanya pandemi virus corona.
Pernyataan meyakinkan itu dilontarkan Rothen setelah mendapat bocoran dari salah satu sumber terpercaya. Sebelum adanya wabah virus corona, Mbappe dan Madrid dilaporkan mencapai kata sepakat.
Kabarnya pada musim panas 2020, manajemen Madrid akan memboyong Mbappe seharga 200 juta euro (Rp3,45 triliun). Hanya saja imbas wabah virus corona, pemasukan Los Blancos –julukan Madrid– pun menurun drastis.
BACA JUGA: Liverpool Punya Peluang Dapatkan Jasa Mbappe
Manajemen Madrid kehilangan pemasukan di berbagai sektor, mulai dari tiket pertandingan, tur stadion hingga penjualan merchandise. Bahkan baru-baru ini, manajemen Madrid memutuskan memotong gaji Eden Hazard dan kawan-kawan.
“Saya tahu dari salah satu sumber yang mengatakan Mbappe hampir menandatangani kontrak bersama Real Madrid. Dengan apa yang terjadi sekarang (pandemi virus corona), dapat dipastikan kedatangan Mbappe ke Real Madrid akan ditunda. Satu hal yang pasti, Mbappe takkan memperpanjang kontrak bersama PSG,” kata Rothen mengutip dari Daily Mail, Senin (13/4/2020).
Saat ini kontrak Mbappe bersama PSG akan berakhir pada 30 Juni 2022. Kabarnya, manajemen Madrid akan kembali mencoba mendatangkan Mbappe pada musim panas 2021, atau ketika kontrak penyerang 20 tahun itu tersisa satu tahun lagi. Dengan begitu, Madrid bisa mendatangkan Mbappe dengan harga yang lebih murah.
(Fetra Hariandja)