BARCELONA – Barcelona telah secara resmi merekrut Martin Braithwaite dari Leganes dengan tebusan 18 juta euro atau sekira Rp268 miliar. Meski demikian, transfer tersebut justru mendapat cibiran dari sejumlah pihak, termasuk dari Direktur Umum Leganes, Martin Ortega.
Perekrutan yang dilakukan Barca tersebut sejatinya sudah mendapat izin dari Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF). Pasalnya, dalam peraturan yang mereka buat, sebuah klub diperbolehkan melakukan perekrutan pemain di luar masa bursa transfer jika memang benar-benar mendesak.
Baca juga: Penyebab Barcelona Bisa Rekrut Martin Braithwaite meski Bursa Transfer Ditutup
Dalam kasus Barca, mereka membutuhkan striker anyar setelah Ousmane Dembele dan Luis Suarez dipastikan absen panjang. Maka dari itu, Blaugrana menggaet Braithwaite dengan mengaktifkan klausul penebusan striker berpaspor Denmark tersebut.
Bisa dibilang, Barca memaksa Braithwaite keluar secara paksa. Hal inilah yang kemudian dipermasalahkan pihak Leganes. Sebab, Leganes tidak diperbolehkan membeli pemain baru setelah kehilangan Braithwaite. Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu, bahkan mengakui bahwa hal ini sebenarnya tak adil untuk Leganes.