"(Untuk menarik suara voters) saya lebih berpikir, enggak mau masuk ke dalam ritme yang biasa, bertemu voters dan segala macam. Tapi, faktanya sepakbola Indonesia belum juga maju. Saya berpikir kenapa enggak kita buat terobosan baru yang beda, bicara mengenai program bagaimana memajukan sepakbola Indonesia bukan bicara mengenai program bagaimana mempopulerkan nama saya di mata voters," tambahnya.
"Salah satu cara saya (menembus para voters) dengan menawarkan program bagaimana cara meningkatkan kualitas klub-klub atau sepakbola Indonesia menjadi lebih baik lagi. Program itu sebuah program yang menurut saya real dan amat sangat bisa dilakukan, kita bicarakan besok langsung jalan pun langsung bisa," lanjutnya.
Pemilihan Ketum PSSI awalnya direncanakan pada 2 November 2019, sesuai kesepakatan dalam KLB PSSI pada 27 Juni 2019. Hanya saja, FIFA menolak wacana di atas dan mendesak PSSI untuk menggelar pemilihan Ketum pada Januari 2020.
(Bagas Abdiel)