SIDOARJO – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19, Fakhri Husaini, bakal membenahi kemampuan para pemainnya dalam memanfaatkan situasi bola mati. Hal itu jelang Garuda Nusantara –julukan Timnas Indonesia U-19– turut serta di Piala AFF U-18 2019 yang digelar di Vietnam pada 6-19 Agustus.
Dalam tiga laga uji coba kontra Persibo Bojonegoro, Deltras Sidoarjo dan Persekabpas Pasuruan, Timnas Indonesia U-19 gagal mencetak gol via situasi bola mati, baik itu melalui tendangan bebas langsung, tidak langsung maupun sepak pojok.
Terkait tendangan bebas tidak langsung dan sepak pojok, Timnas Indonesia U-19 sebenarnya memiliki dua pemain yang bertinggi badan lebih dari 180 sentimeter. Mereka ialah Braif Fatari (Persija Jakarta) dan Saddam Emiruddin (PPLP Jawa Tengah).
Diharapkan jika nantinya kedua pemain di atas disertakan ke Piala AFF U-18 2019, Braif dan Saddam dapat membantu Timnas Indonesia U-19, terutama lewat tinggi badannya yang menjulang.
BACA JUGA: Usai Hadapi 3 Klub Jatim, Timnas Indonesia U-19 Butuh Uji Coba Tambahan
“Mereka punya tinggi badan yang melebihi pemain dari tiga lawan yang kami hadapi di sini (Jawa Timur). Tapi kelebihan itu tidak bisa dioptimalkan,” kata Fakhri mengutip dari laman resmi PSSI, Selasa (23/7/2019).