LONDON – Lompatan besar dalam karier dirasakan Matteo Guendouzi. Pasalnya, remaja asal Poissy itu pindah dari klub kasta dua di Liga Prancis, Lorient, ke Arsenal yang bermain di divisi teratas Liga Inggris. Si pemain pun mengakui adanya perbedaan besar yang harus dilaluinya saat bermain untuk The Gunners.
Guendouzi tiba pada bursa transfer musim panas 2018 dengan mahar 7 juta poundsterling (setara Rp135 miliar). Pelatih Arsenal, Unai Emery, selalu menurunkan pemain berambut kribo itu dalam empat laga awal Liga Inggris 2018-2019.
Salah satu faktor yang membuatnya tidak ragu membela Arsenal adalah karena klub asal London Utara itu adalah impiannya sejak kecil. Pun begitu, ia merasa kalau Liga Inggris jauh lebih intens dibandingkan saat dahulu merumput di Prancis.
(Foto: David Klein/Reuters)
(Baca juga: Guendouzi: Arsenal Selalu Ada di Hati)
“Ini adalah dunia yang lain. Dalam kaitannya dengan gaya bermain, di Inggris lebih intens. Pemain bintang juga bertebaran di Liga inggris. Saya harus cepat membiasakan diri karena itu adalah hal terpenting,” ujar Guendouzi, melansir dari ESPN, Kamis (6/9/2018).
“Saya tetap fokus melakukan yang terbaik di lapangan. Apa yang terjadi di luar lapangan tentu bagus, tetapi sepakbola adalah gairah terbesar saya. Tentu saya harus meningkatkan diri dan berharap punya musim yang baik bersama Arsenal,” imbuh remaja berusia 19 tahun itu.
Pelatih Arsenal, Unai Emery, memuji Guendouzi sebagai pemain yang punya masa depan cemerlang. Namun, pria asal Spanyol itu berjanji untuk menjaga sang pemain agar tidak menjadi sombong di usia yang begitu muda sehingga berhenti mengembangkan diri.
(Fetra Hariandja)