MUNICH – Penyerang Bayern Munich, Robert Lewandowski, menyebut Real Madrid sebagai klub favorit di Liga Champions 2017-2018. Hal itu karena kemampuan Los Blancos –julukan Madrid– menjadi klub pertama yang menjadi kampiun Liga Champions dalam dua musim beruntun.
Meski begitu, Lewy –sapaan akrab Lewandowski– menyebut Madrid takkan mudah menyingkirkan Die Roten –julukan Bayern. Hal itu saat Bayern dan Madrid bertemu di semifinal Liga Champions 2017-2018.
“Ketika Anda memenangi Liga Champions dua kali beruntun, jelas Anda merupakan klub favorit. Akan tetapi bukan berarti mereka (Madrid) dapat mengalahkan kami,” kata Lewandowski mengutip dari Marca, Selasa (24/4/2018).
BACA JUGA: Madrid Datang ke Markas Bayern dengan Skuad Terbaik
Ucapan yang disampaikan Lewandowski bukanlah bualan belaka. Bayern tampil impresif dalam 13 laga terakhir di bawah arahan Heynces di ajang Liga Champions. Dalam kurun 13 laga terakhir di kompetisi antarklub Eropa paling prestisius itu, Bayern mengemas 12 menang dan satu imbang.
Bahkan Bayern racikan Heynckes memiliki kenangan manis, yakni menyingkirkan Madrid di semifinal Liga Champions 2011-2012. Saat itu setelah bertemu dalam dua leg, agregat sama kuat yakni 3-3. Kemenangan Bayern pun baru ditentukan lewat adu penalti dengan skor 4-3.
Selain itu, Heynckes juga paham dengan budaya yang ada di Madrid. Pelatih berusia 72 tahun itu sempat menangani Madrid di musim 1997-1998. Meski hanya satu musim menangani Madrid, pelatih berpaspor Jerman itu sanggup membawa Los Blancos menjadi raja di Liga Champions 1997-1998 setelah di partai puncak mengalahkan Juventus 1-0 lewat gol tunggal Predrag Mijatovic.
BACA JUGA: Legenda Bayern Puji Fleksibilitas Permainan Madrid
Benar kata Lewandowski, Madrid takkan mudah menyingkirkan Bayern kali ini. Apalagi, Bayern dalam kepercayaan diri tinggi. Thomas Muller dan kawan-kawan sudah memastikan menjadi kampiun Liga Jerman 2017-2018 ketika kompetisi masih menyisakan lima pertandingan.
(Ronaldo ancaman bagi Bayern. Foto: REUTERS/Susana Vera)
Tidak sampai di situ, Bayern juga memiliki pengalaman menyingkirkan wakil Spanyol di fase knockout Liga Champions musim ini. Sekadar mengingatkan, Franck Ribery serta kolega menyingkirkan Sevilla dengan agregat 2-1 di perempatfinal. Padahal di Liga Champions musim ini, Sevilla bukanlah klub sembarangan.
Luis Muriel dan kawan-kawan dua kali bermain imbang kontra Liverpool di fase grup. Sementara di 16 besar, klub asuhan Vincenzo Montella menumbangkan favorit juara, Manchester United, dengan agregat 2-1. Karena itu, jalan Madrid untuk mencetak hattrick juara di Liga Champions takkan mudah.
(Ramdani Bur)