ITALIA memang gudangnya pesepakbola. Bahkan di era 1990-an, Italia memiliki lebih dari enam pemain yang fasih bermain sebagai trequartista (playmaker). Beberapa di antaranya Roberto Baggio, Alessandro Del Piero, Roberto Mancini hingga Francesco Totti.
Meski pemain di atas eranya sudah berakhir, bukan berarti Negeri Piza tak lagi memiliki pesepakbola hebat saat ini. Bahkan pesepakbola hebat itu belum mencapai usia emas pesepakbola, alias masih muda (wonderkid).
Berikut 5 wonderkid di Serie A saat ini:
5. Federico Chiesa (Fiorentina)
(Foto: AFP/Miguel Medina)
Merupakan anak dari pesepakbola legenda Italia, Enrico Chiesa. Musim 2017-2018 merupakan musim kedua Federico Chiesa membela La Viola –julukan Fiorentina. Setelah mengemas 5 gol dan 4 assist dari 36 penampilan di semua ajang musim lalu, winger berusia 20 tahun itu melanjutkan performa apiknya musim ini.
Di musim 2017-2018, Chiesa turun di 11 pertandingan dengan raihan 2 gol dan 2 assist. Diyakini koleksi gol maupun assist Chiesa akan terus berlanjut. Sebab Chiesa tak hanya fasih bermain sebagai winger kanan, namun juga piawai menyisir sisi sebelahnya.
4. Manuel Locatelli (AC Milan)
(Foto: AFP/Marco Bartorello)
Nama Locatelli melesat di Liga Italia 2016-2017. Saat itu, gelandang berusia 19 tahun sempat menjadi penentu kemenenangan 1-0 Milan atas Juventus.
Baru berusia 19 tahun, namun sudah memiliki kedewasaan permainan. Jika tak mengalami cedera, Locatelli dapat tumbuh menjadi salah satu gelandang jempolan layaknya pesepakbola legenda Milan, Andrea Pirlo.
3. Patrick Cutrone (AC Milan)
(Foto: AFP/Miguel Medina)
Hadirnya penyerang berharga mahal di Milan seperti Andre Silva tidak menghalangi Cutrone untuk bersinar. Terbukti di Liga Italia 2017-2018, penyerang berusia 19 tahun mengemas dua gol.
Bandingkan dengan Silva yang sama sekali belum mencetak gol di Liga Italia musim ini. Jika dipoles secara maksimal, Cutrone bisa tumbuh layaknya penyerang tajam Italia di masa lampau seperti Filipo Inzaghi maupun Christian Vieri.
2. Claud Adjapong (Sassuolo)
Pemain keturunan Italia-Ghana. Adjapong lebih memilih Italia ketimbang Ghana dengan sejauh ini tiga kali membela Gli Azzurrini –julukan Timnas Italia U-21.
Sebelum terkena cedera, Adjapong bermain solid saat dipercaya menjaga jantung pertahanan Sassuolo. Sejauh ini ia memiliki statistik 2,7 tekel, 1,7 intersep dan 2 blok per pertandingan.
1. Moise Kean (Hellas Verona)
(Foto: REUTERS/Giorgio Perottino)
Membela Hellas Verona musim ini dengan raihan satu gol dari sembilan pertandingan. Catatan tersebut cukup memikat bagi pesepakbola yang baru berusia 17 tahun. Kean sendiri bukanlah milik Verona, melainkan pemain pinjaman dari Juventus.
Saat membela Juventus di matchday kelima Grup H Liga Champions 2016-2017 kontra Sevilla , Kean tercatat sebagai pesepakbola pertama yang lahir di era 2000-an dan tampil di kompetisi antarklub Eropa paling prestisius itu. Ia bahkan mencetak gol saat Juventus mengalahkan Bologna 2-1 di pekan 38 Liga Italia 2016-2017.
Meski dipinjamkan, bukan berarti Juventus menyia-nyiakan bakat Kean. Justru itu merupakan cara Juventus memberikan menit tampil yang banyak kepada Kean. Nantinya ketika sudah memiliki jam terbang, penyerang keturunan Pantai Gading itu dapat dimanfaatkan Bianconeri –julukan Juventus.