GRESIK -- Posisi Pelatih Persegres Gresik United Hanafi mulai berada di ujung tanduk. Suporter Ultrasmania sudah mulai gerah dan terlihat tidak percaya dengan kepemimpinan pelatih asal Malang tersebut. Itu tersirat usai laga kontra Persela Lamongan di Stadion Petrokimia, Gresik, Senin 5 Juni 2017 malam WIB.
Laga yang berakhir dengan kekalahan Persegres 0-2 membuat suporter tuan rumah bertindak agresif untuk memberikan pressure pada tim kesayangannya. Selain memasuki lapangan setelah wasit meniup peluit akhir, mereka juga memberikan "serangan verbal' atau cacian kepada staf pelatih.
Sikap yang ditunjukkan supporter menjadi akumulasi tak kunjung bangkitnya tim berjuluk Laskar Jaka Samudera. Hingga pekan ke 10, Patrick Da Silva dkk baru menuai sekali kemenangan dan dua kali imbang. Mengoleksi lima angka, Persegres masih berkutat di papan bawah klasemen bersama Persiba Balikpapan.
Benarkah posisi Persegres hanya faktor ketidakberuntungan? Tidak juga. Berdasar statistik, kinerja tim racikan Hanafi memang terbukti kurang memadai. Salah satu contoh, hingga kini mereka menjadi tim keropos dengan kebobolan 19 gol. Itu angka kemasukan terbesar di Liga 1 2017 hingga pekan ke-10.
Bagaimana sikap Hanafi menghadapi tekanan itu? Eks pelatih Perseru Serui ini menyatakan siap mengundurkan diri seandainya manajemen menghendaki demikian. Sedangkan dari manajemen sendiri belum ada keputusan apa pun soal masa depannya di Stadion Petrokimia.