Aremania
Kehadiran puluhan ribu Aremania, supporter Arema Cronus, di Kanjuruhan akan menjadi dukungan luar biasa bagi tim berjuluk Singo Edan. Tapi keberadaan Aremania bisa malah menuntungkan Mitra Kukar. Kok bisa? Sangat mungkin terjadi, karena ekspektasi yang demikian tinggi dari supporter bisa menjadi beban dan tekanan bagi skuad Arema sendiri. Apalagi Arema dalam situasi genting karena dituntut menang di laga ini. Jika tidak bisa menerjemahkan dukungan Arema sebagai sebuah motivator, maka akan menjadi bumerang bagi Singo Edan.
Kondisi Lapangan
Saat bertanding di Aji Imbut, Arema Cronus mengeluhkan kondisi lapangan yang keras dan bergelombang. Kondisi yang jauh berbeda kini tersaji di Stadion Kanjuruhan karena permukaan lapangan dan jenis rumput berbeda alias jauh lebih mulus dibanding milik Mitra Kukar. Akankah berpengaruh pada jalannya laga? Tentu saja. Tapi juga belum tentu menguntungkan Arema semata, karena Mitra Kukar juga berpotensi mengalami progres dengan lapangan yang lebih baik. Yang jelas kedua tim bakal lebih tenang karena tak terganggu kondisi lapangan. Mitra yang terbiasa bermain di lapangan bergelombang, bukan tak mungkin justru lebih menikmati bertanding di Kanjuruhan.
Mental
Arema Cronus mengalami penurunan grafik jika bicara di dua pertandingan terakhir PJS 2015. Sudah dua kali tim kebanggaan Aremania tidak mampu memenangi laga dalam 90 menit, yakni ketika ditahan 2-2 oleh Pusamania Borneo FC di perempatfinal, serta kalah 1-2 dari Mitra Kukar di leg pertama semifinal. Statistik ini agak seret jika melihat bagaimana kedigdayaan mereka sepanjang fase penyisihan. Statistik tersebut bisa saja berpengaruh pada mental pemain. Jika mental juara masih tersisa di tubuh Arema, maka mereka tentu akan bisa memperbaiki statistik tersebut. Masalahnya, Singo Edan selama ini sedikit kesulitan ketika menghadapi partai penentuan alias wajib menang.
(Reza Wahyu Saputra)