Arema Tak Ingin Terprovokasi

Kukuh Setiawan, Jurnalis
Sabtu 16 Januari 2016 08:11 WIB
foto: ANTARA
Share :

MALANG – Manajemen emosi menjadi perhatian serius Arema Cronus menghadapi leg kedua semifinal Piala Jenderal Sudirman (PJS) 2015. Di Stadion Kanjuruhan, Minggu 17 Januari 2016 nanti, Arema tidak ingin terprovokasi dengan segala model permainan Mitra Kukar.

Pada leg pertama yang dimenangkan Mitra Kukar 2-1, pemain Arema kerapkali harus bersitegang dengan pemain lawan. Itu karena pemain Mitra memperagakan permainan keras, terlihat dari aksi Michael Orah maupun striker Patrick Dos Santos.

Skuad Arema macam Dendi Santoso, Kiko Insa, hingga Juan Revi sempat terpancing emosi. Situasi seperti itu tak diinginkan kubu tim berjuluk Singo Edan karena khawatir pemain kehilangan fokus karena provokasi lawan. Sedangkan Arema sangat membutuhkan performa sempurna untuk menang.

"Permainan keras kadang memang menjadi bagian dari strategi untuk merusak konsentrasi lawan. Arema punya karakter keras, tapi jangan sampai di Kanjuruhan nanti pemain hilang fokus hanya karena ingin bermain keras untuk membalas permainan Mitra Kukar di leg pertama," ujar Pelatih Arema Cronus Joko Susilo.

Dia meminta emosi timnya stabil selama pertandingan walau tidak takut bermain keras dan berani menghadapi benturan fisik. Joko mengakui pada leg pertama lalu terlihat pemain Naga Mekes ada yang berupaya menggoyahkan fokus Arema dengan permainan sedikit 'nakal'.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya