Didit juga memprediksi jika ada klub anyar di Kota Tahu, Persikmania tidak akan serta merta berbondong-bondong memberikan dukungan. Sebab loyalitas terhadap Persik tidak akan mudah bisa digantikan dengan klub baru, walau membawa nama Kediri.
"Saya yakin loyalitas Persikmania tak akan luntur. Semuanya menginginkan Persik yang diselamatkan, bukan ditinggal begitu saja ketika bangkrut dan membentuk klub baru. Kami juga masih yakin ada jalan untuk menyelamatkan Persik walau pengurus sudah menyatakan angkat tangan," demikian keyakinan Didit.
Berbagai upaya 'perlawanan' terlihat sudah dilakukan Persikmania, baik secara nyata maupun melalui dunia maya. Di Kediri misalnya, terpampang tulisan "1950 not 2016", yang artinya Persikmania tetap memilih Persik Kediri yang didirikan pada 1950, bukan Inter Persik Kediri yang dibentuk pada 2016.
Persikmania terus melancarkan ungkapan ketidaksetujuan berdirinya klub baru yang akan menggeser Macan Putih di dunia maya. Dengan nada sinis, Persikmania menyatakan tidak akan pernah memberikan dukungan selain untuk Persik Kedirk.
(Daniel Setiawan)