Ditelisik lebih jauh, Persik juga kurang lengkap dalam aspek legal atau dokumen klub. Selama ini pengelola tim kebanggaan Kota Tahu tercatat atas nama PT Bola Mandiri. Namun nama tersebut tidak tercantum dalam situs Departemen Hukum dan HAM (Depkumham).
Belum ada pernyataan dari manajemen terkait persoalan tersebut. Salah satu sumber di internal Persik hanya mengakui masih ada persoalan dalam finansial dan legal saat verifikasi nanti. "Memang masih ada masalah. Paling utama jelas finansial," kata sumber tersebut.
Jika kembali gagal verifikasi, maka bakal sangat memalukan bagi Persik Kediri dan tentunya semakin membuat Persikmania marah. Setelah gagal verifikasi ISL saja sebagian besar suporter sudah menuding manajemen kurang serius dalam pengelolaan tim.
Kerugian lain adalah tidak jelasnya nasib tim yang sudah dibangun kembali oleh pelatih Agus Yuwono. Persik pernah mengalami pembubaran tim dan staf kepelatihan Macan Putih harus memunguti puing-puing hingga kini mulai terbentuk lagi.
Disinggung peluang Persik lolos verifikasi, Agus Yuwono menolak berkomentar soal itu. "Tugas saya membentuk tim dan mempersiapkan kekuatan untuk Divisi Utama. Untuk verifikasi itu wewenang manajemen. Saya tetap berpikir Persik akan bermain di Divisi Utama," jelas Agus.
(A. Firdaus)