"Saya Siap Miskin demi Negara"

Putri Utami, Jurnalis
Senin 10 November 2014 12:39 WIB
Indra Sjafri adalah sosok pelatih yang fenomenal. Ia pernah berujar "siap miskin demi negara." (Foto: Okezone/Arif Julianto)
Share :

JAKARTA – Sepakbola Indonesia telah lama haus akan dahaga juara. Namun gelar juara sulit diwujudkan oleh timnas senior dan malah diraih oleh Timnas Indonesia U-19. Tim yang diisi oleh sekelompok pemain muda dengan semangat dan skill bagus itu muncul dengan memberikan harapan baru bagi masa depan sepakbola Merah Putih. Tim hebat itu tentunya tidak muncul tiba-tiba, tetapi ada tangan dingin di balik kesuksesan Garuda Jaya.

Indra Sjafri, menjadi arsitek di balik kesuksesan yang dia berikan kepada Indonesia setelah lebih dari 20 tahun menanti untuk bisa menjadi juara di tingkat Asia Tenggara. Tepatnya pada 22 September 2013 lalu, Garuda Jaya sukses mengalahkan raksasa ASEAN, Vietnam dan menjadi kampiun Piala AFF U-19.

Tak sampai di situ Pria kelahiran Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan Sumatera Barat itu juga sukses membawa anak asuhnya mengalahkan salah satu raksasa Asia, Korea Selatan dan menjadi juara Grup G dalam penyisihan kualifikasi Pra Piala AFC U-19 dengan skor 3-2 pada Sabtu 12 Oktober 2013 lalu.

Sebelum namanya sukses mengarsiteki Timnas U-19, mantan pegawai Kantor Pos Padang itu sudah bergabung di PSSI sejak Mei 2009. Saat itu Indra bertugas sebagai instruktur dan pemandu bakat PSSI. Dia juga sempat mengarsiteki Timnas Junior U-12 dan U-17 dan berhasil merebut trofi juara pada turnamen sepak bola tingkat Asia, yaitu pada HKFA U-17 dan HKFA U-19 di Hongkong.

Kesuksesan mantan pemain PSP Padang era 1980-an dalam membesut Timnas U-19 tidak dihasilkan dengan membalikkan telapak tangan. Pria berusia 51 tahun itu blusukan dari ujung Banda Aceh hingga Papua untuk mencari bakat muda yang belum tergali kemampuannya ke permukaan. Pencarian bakat hingga ke pelosok Nusantara itu juga menunjukkan kalau PSSI belum bisa menggelar kompetisi reguler level junior untuk menyaring bakat-bakat muda terbaik Indonesia.  

Dalam masa pencarian bakatnya itu, Indra sempat tidak digaji selama satu tahun dan bekerja tanpa kontrak selama tujuh bulan, lantaran kisruh yang sedang terjadi di PSSI. Dengan keadaan tanpa digaji tersebut, pelatih Garuda Jaya ini sempat mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan, “Saya siap miskin demi Negara”. Pernyataan yang juga menunjukkan komitmen tulusnya dalam memberikan yang terbaik bagi Sepakbola Indonesia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya