HONG KONG — Persibo Bojonegoro akhirnya tersingkir dari fase Grup F AFC Cup dengan membawa aib. Bagaimana tidak, kekalahan 8-0 di kandang Sun Hei SC, Selasa (9/4) malam, mematahkan rekor milik Persibo sendiri yang sebelumnya digunduli New Radiant dengan skor 0-7.
Kekalahan ini sudah terbaca sebelumnya karena Laskar Angling Dharma hanya membawa 12 pemain, atau menyisakan satu pemain di bangku cadangan. Tiga pemain tidak bisa dimainkan karena skorsing kartu, yakni Marcelo Cirelli, Edi Gunawan dan Tamsil Sijaya.
Alih-alih ingin mencuri angka setelah sebelumnya menahan Sun Hei 3-3 di Indonesia, Persibo malah luluh lantak. Ini pertandingan kedua di luar kandang tanpa bisa menciptakan gol satu pun, setelah di laga pertama Grup F lalu dikalahkan 3-0 di kandang Yangon United.
“Ini kekalahan yang memalukan. Saya sebagai pelatih mohon maaf kepada masyarakat Bojonegoro. Kondisi tim tidak memungkinkan kami berbuat lebih banyak di kandang Sun Hei,” sesal Gusnul Yakin, Pelatih Persibo Bojonegoro. Hasil ini membuat Persibo resmi tersingkir dari persaingan Grup F.
Hanya mengemas satu angka dari empat pertandingan, Persibo mencatat defisit gol yang fantastis. Hanya memasukkan tiga gol dari empat laga, gawang Happy Kurniawan sudah dibolongi 21 gol. Persibo juga menjadi klub Indonesia terburuk yang pernah bertanding di kompetisi antar klub Asia level dua ini.
Bahkan derita Persibo bisa masih terus berlanjut. Sebab masih ada dua laga sisa menghadapi tim tangguh di Grup F. Laskar Angling Dharma masih harus melawat ke kandang New Radiant yang mengalahkan mereka di Stadion Manahan, Solo, dengan skor tujuh gol tanpa balas.
Satu pertandingan kandang yang tersisa juga bukan laga mudah, sebab lawannya adalah Yangon United yang masih memiliki peluang lolos dari fase grup. Manajemen juga meminta maaf atas hasil buruk di Hong Kong. “Ini hasil di luar dugaan dan kami meminta maaf secara terbuka,”ujar Manajer Persibo Nur Yahya.
Situasi tim Persibo jelang laga kontra Sun Hei memang layak disebut 'kalah sebelum berperang'. Berangkat ke Hong Kong hanya sehari jelang laga karena menunggu uluran tangan PSSI untuk biaya tiket pesawat, Persibo membawa amunisi yang sangat tipis. Striker Bijahil Chalwa bahkan menjadi cadangan kiper.
Sudah begitu, tim Oranye yang tidak pernah mempersiapkan laga dengan baik, kaget dihajar suhu dingin. Tak pelak, di babak pertama saja sudah tujuh gol yang terjaring gawang Happy Kurniawan. Persibo masih beruntung di babak kedua tidak kebobolan lebih banyak lagi.
Kontrak yang disodorkan manajemen kepada tujuh pemain sebelum laga ini, terbukti bukan dorongan motivasi yang manjur. Kendati situasi tim sebenarnya cukup mewakili hasil di AFC Cup, tapi itu tetap mendatangkan penyesalan yang dalam bagi Boromania, supporter fanatik Persibo Bojonegoro.
“Kami sebenarnya bisa menerima kalau di AFC kalah, karena memang level kami bukan di sana. Secara teknik maupun mental, tim tidak bisa diharapkan lebih banyak. Tapi kalau kalah dengan skor 7-0 kemudian 0-8, itu jelas sulit diterima dan kami sangat malu,” papar salah satu Boromania, Reza Pahlevi.
Dia pesimistis Persibo bakal membaik dalam waktu cepat dengan performa dan mental yang seperti itu. Lebih khawatir lagi jika rusaknya mental di AFC Cup bakal menular ke Indonesian Premier League (IPL). “Sekarang jadinya sulit berharap banyak. Lihat dulu saja lah bagaimana ke depannya,” tandas Reza.
(Fitra Iskandar)