JAKARTA – CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo tadi malam (31/1/2013) menemui mantan Exco PSSI, La Nyalla Mattalitti dalam rangka mencoba memfasilitasi PSSI dan KPSI agar mendapat titik temu dari permasalahan yang terjadi pada sepakbola Indonesia.
Menurut Hary, dengan adanya konflik yang terjadi antara KPSI dan PSSI, maka prestasi persepakbolaan Indonesia kian sulit untuk maju. Hary juga menginginkan dua liga, Indonesian Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL) bisa disatukan demi terciptanya tim nasional yang lebih kuat.
Apalagi, MNC sendiri akan mendatangkan Arsenal ke Jakarta pada Juli nanti, dan Hary menginginkan tim yang nantinya berhadapan dengan The Gunners merupakan tim yang berisi pemain terbaik dari seluruh Indonesia.
“Tentunya dengan adanya konflik antara PSSI dan KPSI, sepakbola kita makin tidak maju atau mundur, karena ada dualisme ini. Itulah mengapa saya mengimbau dan mencoba memfasilitasi supaya ada titik temu antara keduanya,” terang Hary kepada wartawan, Jumat (1/2/2013) di MNC Tower, Jakarta.
“Yang saya sedih, jika ada event Timnas melawan tim dari luar, seperti yang akan kita datangkan nanti, Arsenal, para pemainnya tidak maksimal kalau misalnya mungkin hanya datang dari LPIS (IPL). Seharusnya kan Timnas terdiri dari semua pemain terbaik Indonesia dari mana pun,” tutur Hary.
Mengenai apa saja yang dibahas dalam pertemuannya dengan La Nyalla, Hary mengungkapkan bahwa secara garis besar dia ingin mengetahui terlebih dahulu permasalahannya sebelum bisa mencapai titik temu antara PSSI dan KPSI.
“Intinya saya ingin mengetahui duduk permasalahan dari kedua belah pihak, dari PSSI dan KPSI. Yang pertama input itu penting bagi saya, sebelum saya mengambil langkah lebih lanjut, dan kurang lebih kompromi apa yang bisa dicarikan titik temu,” ungkapnya.
“Tapi, saya betul-betul ingin keduanya ini bisa mencapai titik temu agar sepakbola Indonesia bisa bangkit lagi,” tuntasnya.
(Windi Wicaksono)