DORTMUND – Musim dingin menjadi musim yang sulit bagi para pesepakbola yang merumput di Eropa, khususnya mereka yang berasal dari Amerika Latin. Pasalnya, suhu musim dingin di Benua Biru itu tak main-main dinginnya, hingga mencapai minus 0° celcius, tak jarang lebih.
Hal itu pula yang diakui oleh gelandang Manchester City, Pablo Zabaleta. Ia menambahkan, satu hal yang menurutnya sulit merumput di Premier League yaitu beradaptasi dengan kondisi cuaca di Inggris yang cukup sering turun hujan.
“Saat musim dingin menjadi masa-masa yang sangat sulit di Manchester, seringnya hujan dan sudah gelap ketika jam baru menunjukkan pukul empat sore,” ungkap Zabaleta, seperti dilansir Goal, Rabu (5/12/2012).
“Jika sudah begitu, yang saya lakukan hanya bersama Carlos Tevez atau Sergio Aguero dan kami melakukan apa saja yang kami inginkan. Saat-saat seperti ini (hujan) saya juga tak terlalu sering bepergian. Mungkin musim dingin di Inggris menjadi satu-satunya kesulitan yang harus dihadapi para pemain Amerika Selatan,” tutupnya.
Zabaleta bergabung ke Etihad pada musim 2008 usai menghabiskan tiga musim bermain di Espanyol (2005-2008). Pemain internasional Argentina itu pun menjadi salah satu pemain penting yang menjaga barisan pertahanan The Citizens, total ia telah bermain di 111 pertandingan dan menyumbang empat gol.
(Rintani Mundari)