HO CHI MINH - Arema FC terbukti belum mampu mengatasi kerasnya persaingan di Grup H AFC Cup. Bermain di kandang Navibank Saigon, Stadion Thong Nhat, klub berjuluk Singo Edan dihantam 1-3.
Kekalahan ini sudah bisa diprediksi mengingat pemain Arema FC sebenarnya masih minim pengalaman. Jangankan di level Asia, sebagian besar pemain yang dimiliki pelatih Antonic Dejan juga belum sepenuhnya teruji di kompetisi domestik alias Indonesian Premier League (IPL).
Arema sempat menjanjikan di awal laga ketika Putut Waringin Jati membuat timnya unggul lebih dulu di menit 4. Gol yang terlalu pagi ini jelas mengagetkan tuan rumah yang belum sempat mengembangkan permainan. Putut memanfaatkan kemelut di depan gawang tuan rumah.
Sayang, keunggulan Arema ternyata hanya kegembiraan sementara. Tuan rumah yang mulai menemukan ritme permainannya berhasil menyamakan skor melalui striker Edison Fonseca menit 33. Skor 1-1 bertahan hingga paruh pertandingan.
Di babak kedua Arema gagal menggelora seperti awal babak pertama. Kondisi fisik pemain tampaknya menjadi masalah bagi pelatih Arema Dejan Antonic. Klub berlogo kepala singa pun kesulitan mengimbangi permainan tuan rumah yang terus melakukan penetrasi.
Hasilnya, Fonseca mencetak hattrick untuk timnya di menit 64 dan 83. Melihat gol Fonseca di babak kedua, sangat jelas konsentrasi pemain Arema tidak begitu bagus karena penurunan stamina. Pelatih Dejan Antonic mengakui timnya tidak berkembang setelah unggul.
Walau sempat membuka beberapa peluang bagus, secara umum Arema memang pantas menelan kekalahan. “Sudah saya prediksi sebelumnya ini pertandingan berat. Sulit untuk mengimbangi permainan tuan rumah yang secara stamina jauh lebih bagus,” ungkap Dejan sesai laga.
Pelatih asal Serbia ini melihat kondisi pemainnya tak begitu bagus karena jarak antar pertandingan cukup singkat. Setelah menjamu PSM Makassar di Stadion Gajayana pada (17/3), tim langsung melakukan perjalanan ke Vietnam dan bertanding tiga hari kemudian.
Kondisi itu menurutnya kurang menguntungkan walau Dejan tidak menjadikan sebagai kambing hitam. Ia dengan sportif mengakui Navibank bermain jauh lebih bagus. “Ini menjadi pengalaman bagi pemain. Kami akan mengincar hasil positif di pertandingan-pertandingan berikutnya,” tandas Dejan.
Dengan hasil ini, Arema turun ke peringkat tiga klasemen sementara Grup H AFC Cup dengan satu poin. Peringkat pertama dihuni Ayeyawady United (4 poin), disusul Navibank Saigon (4 poin). Juru kunci dihuni wakil Malaysia Kelantan FC dengan satu angka.
(Achmad Firdaus)